Berita

Gedung KPK/Net

Politik

Survei Perppu KPK Dinilai Rawan Kepentingan Pribadi

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 01:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Desakan publik agar Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan perppu untuk mengubah revisi UU KPK yang telah disahkan DPR kian masif.

Teranyar, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merekam sebanyak 73,6 persen masyarakat ingin Jokowi menerbitkan perppu.

Namun demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Hanura Tri Dianto mengaku ragu dengan kualitas hasil survei LSI tersebut.


Dia mencatat sejumlah kerancuan survei yang mengerucut pada potensi menghasilkan data berdasar kepentingan pribadi.

Salah satunya, urai Tri, adalah metode wawancara yang dilakukan dengan wawancara lewat saluran telepon. Padahal biasanya, beberapa lembaga survei termasuk LSI menggunakan menerjunkan pasukan langsung ke lapangan.

"Biasanya kalau survei LSI bukan pakai telepon, tapi turun ke lapangan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/10).

Atas alasan itu, dia menduga survei tersebut rawan bermuatan kepentingan pribadi. Dia juga menduga LSI bagian dari kelompok pendukung Perppu KPK terbit.

“Dan boleh saja itu. Yang penting dijelaskan," tegasnya.

Secara pribadi Tri tidak setuju Jokowi mengeluarkan Perppu KPK. Apalagi jika survei hanya didasarkan pada desakan dan tidak melalui pertimbangan matang.

Dalam hal ini, mantan politisi Demokrat itu juga mengingatkan Jokowi untuk menjaga marwah. Pasalnya, penerbitan Perppu KPK berpotensi mendapat penolakan dari DPR.

"Presiden bisa keluarkan Perppu, tapi kan perlu persetujuan DPR. Kalau DPR tidak setuju, kan Perppu kandas," tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya