Berita

Pengembangan TNI yang dilakukan Jokowi terkesan tidak ada landasan strategis/Net

Politik

Jokowi Tidak Serius Membangun Kekuatan Dan Pertahanan TNI

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 10:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dinilai tidak serius dalam upaya pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan pertahanan yang dimiliki TNI. Kebijakan yang dikeluarkan Jokowi seperti tak memiliki landasan strategis.

Pengamat Militer dari Insitute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengatakan, ada dua poin yang disampaikan Presiden Jokowi pada HUT TNI kemarin. Yakni soal profesionalitas TNI dan dukungan kepada kemandirian industri pertahanan.

"Saya mengapresiasi komitmen tersebut. Sayang jabarannya justru tak menggambarkan komitmen tersebut," ucap Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/10).


Misalnya, kata Khairul, soal penambahan ratusan posisi baru. Seharusnya, pengelolaan dan pengembangan organisasi TNI didasarkan kepada dinamika potensi ancaman. Bukan mengikuti pertumbuhan personel.

Apalagi, reorganisasi yang ditandai dengan perampingan besar-besaran di tubuh TNI pernah dilakukan di masa Panglima LB Moerdani. Alasan saat itu adalah agar organisasi TNI lebih efisien.

Setelah itu hingga masa reformasi, memang ada pembukaan pos-pos baru dan pengaktifan kembali satuan-satuan lama yang sempat dinonaktifkan.

"Tapi semuanya didasarkan pada kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan dan ancaman. Nah pengembangan organisasi belakangan ini menurut saya kurang memperlihatkan landasan strategisnya. Bahkan justru lebih tampak seperti solusi instan dan taktis saja terkait persoalan 'inflasi' perwira maupun perimbangan 'kue' antara TNI, Polri, dan aparatur sipil," imbuhnya.

"Bahkan menurut saya, Jokowi justru tak menunjukkan perhatian yang lebih baik dalam pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan pertahanan. Karena sebenarnya, kekuatan itu tak lebih dari angka-angka statistik di atas kertas, jika tak diimbangi oleh upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan operasionalnya. Termasuk soal kesiapsiagaan kekuatan itu untuk dapat digelar kapanpun dan dalam durasi yang panjang sekalipun," paparnya.

Apalagi, kata Khairul, Menteri Pertahanan Ryamizard pun telah menyampaikan bahwa dalam situasi perang, kekuatan militer Indonesia diperkirakan hanya mampu bertahan dalam waktu tiga hari.

"Hal ini harus menjadi pertimbangan serius dalam penyusunan porsi belanja pertahanan kita. Jangan sampai kemudian alutsista mahal yang dibeli itu hanya menjadi pajangan dan gagah ketika tampil dalam event-event seremonial, namun penuh cerita sedih ketika menghadapi ancaman-ancaman yang nyata," tegasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya