Berita

Pasukan Turki bersiaga untuk lakukan operasi militer di Suriah/Net

Dunia

Mengklaim Didukung AS, Pasukan Kurdi Siap "Sambut" Operasi Militer Turki Di Suriah

SELASA, 08 OKTOBER 2019 | 09:05 WIB

Rencana operasi militer Turki di Suriah direspons pasukan Kurdi. Mereka mengklaim dapat dukungan dari Amerika Serikat untuk menghadapi operasi militer di utara Suriah tersebut.

Partai Demokratik Suriah menyatakan pasukan Turki mencoba memasuki wilayah yang dikendalikan oleh SDF (Social Democratic Force). Hal ini bisa memicu perang terbuka. Ungkapan tersebut dinyatakan oleh juru bicara SDF, Mustafa Bali melalui akun Twitternya, seperti dikabarkan oleh Bulgarianmillitary.com pada Minggu (7/10).

Mustafa Bali menegaskan bahwa Partai Demokrat Suriah mendapat dukungan Amerika Serikat. "Kami berkomitmen pada mekanisme keamanan dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menstabilkan kawasan dan kami akan mengubah serangan Turki menjadi perang total di sepanjang perbatasan untuk melindungi rakyat kami," tegas Mustafa.


"Turki sudah melanggar hukum dan tidak bisa menjaga zona agar tetap aman," tambah Mustafa.
 
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa operasi di Suriah utara diperlukan untuk menciptakan "zona keamanan 30 km." Turki juga ingin menampung kembali ratusan ribu pengungsi Suriah yang masih berada di wilayah Turki di zona perbatasan atau penyangga, terutama pengungsi Arab. Sedangkan pasukan Kurdi di Suriah secara jelas menentang upaya ini.

Saat ini, sekitar 6 ribu pasukan Turki dikabarakan sudah berkumpul di perbatasan. Bahkan dilaporkan pesawat-pesawat tempur Turki sudah siaga untuk melakukan serangan udara kepada posisi pasukan Kurdi. Laporan: Ahda Sabila
 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya