Berita

Warung makar Lieus Sungkharisma/Ist

Politik

"Warung Makar" Ala Lieus Sungkharisma Persatukan Anak Bangsa

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sempat ditahan karena tuduhan makar ternyata membawa hikmah tersendiri pada Lieus Sungkharisma. Begitu keluar dari tahanan, aktivis Tionghoa ini langsung membuka warung makan bernama Warung Makar.

Meski diberi nama Warung Makar, warung yang terletak di kawasan Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat itu tidak dimaksudkan sebagai tempat untuk berkumpulnya para pembuat makar.

“Ini warung makan biasa yang bisa juga dijadikan tempat diskusi,” kata Lieus dalam keterangan tertulis, Senin (7/10).


Penamaan makar, kata Lieus, hanya singkatan dari Makan Ayam Bakar. “Jadi, selain akan menyajikan makanan gratis untuk orang yang tidak mampu, warung itu juga bisa digunakan untuk tempat diskusi para aktivis,” jelasnya.

Menurut Lieus, ide mendirikan warung makan gratis itu tidak semata-mata diilhami oleh warung makan gratis yang sudah didirikan sejumlah orang di berbagai tempat, tapi sekaligus untuk menjawab “nyinyiran” sejumlah orang yang selama ini tidak suka melihat kiprah dan sikap kritisnya.

Seperti diketahui, sebagai aktivis Tionghoa yang kritis pada pemerintah, Lieus memang seakan tak pernah lepas dari hujatan. Belakangan, dia kembali difitnah dengan berbagai sangkaan setelah bertemu dengan Anton Medan dan Adian Napitupulu di sebuah rumah makan.

“Saya kritis bukan karena saya benci pemerintah atau tak suka pada seseorang. Saya kritis karena saya cinta negeri ini. Lagi pula, apakah perbedaan pandangan politik harus membuat kita memutuskan pertemanan?” jelasnya.

Karena itu, kata Lieus lagi, di Warung Makar miliknya ia tidak hanya ingin berbagi makanan secara gratis, tapi juga ingin mempersatukan semua anak bangsa.

“Semua anak bangsa, apapun status dan ideologi politiknya, bisa datang ke warung ini. Tidak hanya makan dengan gratis, tapi juga berdiskusi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan keinginannya itu, Lieus juga menyiapkan satu gerakan ekonomi berbasis online yang akan menyertai keberadaan warung makarnya. Yakni dengan melakukan gerakan tolong menolong menghidupkan ekonomi rakyat secara bersama.

“Jadi, bersamaan dengan dibukanya warung makar nanti, kita akan mengadakan kedai online yang akan memasok kebutuhan primer dan skunder masyarakat seperti sembako dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Dengan kedai online itu, jelas Lieus, masyarakat yang ingin membantu penyediakan makanan gratis di Warung Makar tidak perlu menyumbang secara langsung.

“Masyarakat yang mau membantu bisa memesan semua barang kebutuhannya dengan memencet nomor telepon kedai online. Kita akan mengirim barang-barang itu langsung ke rumah pemesan tanpa mereka perlu keluar rumah,” katanya.

Semua keuntungan dari penjualan barang kebutuhan melalui kedai online itu, diharapkan Lieus bisa membiayai warung makan gratis yang didirikannya tersebut.

“Jadi prinsip gotong royong dan tolong menolong itu tetap ada,” katanya.

Lieus menyebut, konsep rumah makan gratis dengan semangat gotong royong itu merupakan gagasan murni dirinya. Warung Makar, katanya lagi, akan menjadi warung makan gratis dengan menu vegetarian.

“Oleh karena vegetarian alias non daging, maka semua orang bisa datang dan makan gratis di warung yang Insya Allah akan dibuka Oktober ini,” katanya lagi.

Lieus berharap, dengan terealisasinya gagasan membuka warung makan gratis tersebut, tidak hanya warga yang tidak mampu akan terbantu, tapi seluruh warga masyarakat juga bisa ikut bersumbangsih untuk membantu sesama.

“Sekali lagi, selain untuk berbagi makanan, di warung makar kita juga bisa saling tukar pikiran, berdiskusi sekaligus mempererat persaudaraan sesama anak sebangsa,” tegasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya