Berita

Dedi Mulyadi/Net

Politik

Dedi Mulyadi Usul Subsidi Pembuang Sampah Sembarangan Dicabut

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 04:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sanksi tegas harus diberikan kepada pihak-pihak yang membuah sampah secara sembarangan ke sungai, baik itu perusahaan maupun perorangan.

Begitu terang anggota DPR Dedi Mulyadi usai menelusuri alur Sungai Cilamaya yang terbentang dari Subang, Purwakarta hingga Karawang akhir pekan ini

Mantan Bupati Purwakarta mengaku sedil lantaran permasalahan di Sungai Cilamaya kompleks. Sebab sumber pencemaran terjadi di hulu dan hilir. Di bagian hulunya adalah sampah domestik dan bagian hilirnya dirusak limbah industri.


Dia pun mendesak pemerintah segera membuat regulasi dengan memberikan sanksi tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Salah satunya adalah mencabut subsidi pendidikan.

"Kalau bagi industri yang membuang limbah ke sungai, juga diberi sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha kalau teguran tak digubris," ujarnya seperti diberitakan RMOLJabar.

Tindakan tegas pemerintah tidak boleh mentok di industri nakal, tapi juga harus memberi efek jera pada warga yang membuang limbah ke sungai.

Ketua Golkar Jabar itu usul agar pemerintah mencabut subsidi warga yang kedapatan masih menunjukan perilaku tak bertanggung jawab dengan membuang sampah ke sungai.  

"Pencabutan subsidi oleh pemerintah bisa menjadi efek jera bagi warga yang masih tidak memiliki kepedulian dengan membuang sampah atau limbah ke sungai," katanya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya