Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Aneh, Di Negeri Pancasila Ada Orang Mau Jadi Buzzer Penyebar Fitnah

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 01:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran pendengung atau buzzer di media sosial tengah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Para buzzer memang hadir untuk mendukung jagoannya dan mereka marak saat Pilpres 2019 lalu.

Namun demikian, dalam memberikan dukungan tersebut, para buzzer kerap melakukan politik adu domba. Mereka memecah belah bangsa dengan beragam isu yang sensitif di publik.

“Jahatnya lakukan politik adu domba, pecah belah dgn isu anti Pancasila, radikalisme, terorisme, radikalisme, anti tolerant, khilafah dan menjelekkan lawan politik,” tutur Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (6/10).


Keberadaan para pendengung turut membuat Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid geram. Pasalnya, di negeri yang menganut ideologi Pancasila masih ada saja orang yang melakoni peran memfitnah.

“Padahal itu bertentangan dengan Pancasila dan ada pula yang mempercayai fitnahnya,” kesalnya dalam akun Twitter pribadi.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini semakin terheran-heran lantara para buzzer seperti kebal terhadap hukum. Sebab, tak jarang laporan terhadap mereka tidak di proses.

“Jadi betul jika mereka membahayakan demokrasi,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya