Berita

Wiranto/Net

Politik

Aktivis Maluku Ajak Masyarakat Terima Maaf Wiranto

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 03:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Menko Polhukam Wiranto sempat menuai kontroversi di tengah masyarakat, khususnya warga Maluku yang terkena musibah gempa bumi.

Dalam pernyataannya, mantan panglima ABRI itu menyebut pengungsi menambah beban negara. Namun demikian, dia telah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya tersebut dan meluruskan bahwa tidak ada niat untuk menyinggung masyarakat yang sedang terkena musibah.

“Apabila ada yang tersinggung, ada yang sakit hati, secara resmi, secara tulus saya minta dimaafkan," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).


Aktivis pemuda Maluku, Muhammad Tasrif Tuasamu menyambut baik permintaan maaf tersebut. Dia bahkan mengajak masyarakat Maluku untuk menerima permintaan maaf  Wiranto. Tuasamu mengingatkan bahwa masyarakat Maluku memiliki kultur mulia saling memaafkan.

“Klarifikasi Bapak Wiranto soal pernyataannya dan permintaan maafnya adalah langkah yang sangat tepat. Tandanya, beliau sangat prihatin atas kondisi di Maluku,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Wiranto, sambungnya, tidak hanya menyampaikan permintaan maaf. Tapi juga sudah berkonstribusi langsung dalam penanganan bencana di Maluku. Mantan ketum Hanura itu telah memimpin koordinasi penanganan bencana pemerintah.

“Mungkin ada kekurangan di sana, Wiranto janji akan segera dinetralisasi,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya