Berita

Pertemuan Menhan dengan tokoh agama dan adat/Net

Politik

Menhan Peka Lihat Pintu Masuk Atasi Konflik Di Daerah

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 23:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian Pertahanan memiliki kepekaan tinggi dalam merespon konflik yang terjadi di sejumlah daerah, dengan mengundang tokoh agama dan adat setempat bertemu pada dua hari lalu.

Pengamat militer Mufti Makarim menilai Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu paham cara untuk menyelesaikan masalah, khususnya konflik di Papua yang sedang memanas. 

"Menhan peka melihat aktor dan kelompok yang dapat menjadi pintu masuk dalam memahami persoalan, sekaligus membuka jalan penyelesaian yang bermartabat dan menjunjung tinggi semangat persatuan nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (3/10).


Mufti menguraikan bahwa para tokoh agama dan adat merupakan figur disegani di dalam kelompok masyarakat. Setiap ucapan mereka juga didengar oleh masyarakat.

Artinya, pelibatan para tokoh ini dapat mempercepat proses pemulihan konflik yang terjadi, baik di Papua maupun daerah lain. Sehingga, nantinya kebijakan yang diambil pemerintah akan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tidak akan merugikan.

“Apalagi, Menteri Ryamizard sendiri mengaku mendapat berbagai masukan dan dapat memahami masalah yang sebenarnya terjadi di Papua dalam pertemuan tersebut,” pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya