Berita

Megawati dan Surya Paloh/Net

Politik

Banyak Mudaratnya, Nasdem Baru Akan Jadi "Anak Nakal" Di Akhir Kepemimpinan Jokowi-Maruf

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 05:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dinginnya hubungan antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketum Nasdem, Surya Paloh tak serta merta dimaknai terpecahnya koalisi kedua parpol untuk mendukung Jokowi-Maruf di pemerintahan 2019-2024.

"Mudaratnya bagi partai Nasdem jauh lebih besar daripada manfaatnya jika keluar dari koalisi. Apalagi Nasdem sendiri beberapa kali menyebut bahwa Jokowi adalah kader Nasdem meski jelas kader PDIP," kata pengamat politik Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/10).

Sejatinya, Nasdem menjadi salah satu partai politik yang konsisten mendukung Joko Widodo sejak awal pencalonan. Hal itu akan merugikan Nasdem yang berjuang keras memenangkan petahana. Bahkan seiring perjalanan, parpol oposisi juga menampakkan sinyal dukungan kepada pemerintahan baru.


Akan tetapi, melihat sinyal yang dipertontonkan kepada publik, kata Igor, bisa saja parpol yang berdiri sejak tahun 2011 ini membelot di akhir pemerintahan Jokowi-Maruf.

"Potensi menjadi 'anak nakal' di dalam koalisi Jokowi-Amin bisa saja terjadi pada dua tahun terakhir masa kepemimpinan Jokowi nanti, terutama menjelang Pilpres 2024. Ada potensi Nasdem pisah jalan dengan PDIP," jelas Director Survei and Polling Indonesia (SPIN) ini.

Hal itu makin sejalan dengan sikap presiden kelima RI itu yang justru mempertontonkan kedekatannya dengan lawan Jokowi di Pilpres, Prabowo Subianto.

Alih-alih membangun koalisi lagi dengan Nasdem, PDIP bisa saja memilih bersama dengan Gerindra di 2024 mendatang.

"Semua masih jauh dan belum pasti, tapi embrionya sudah ada saat kedekatan Mega dan Prabowo di Kongres PDIP di Bali," tutupnya.

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan sikap Megawati yang tak menyalami Surya Paloh saat hadir di pelantikan DPR RI periode 2019-2024 kemarin. Momen ini pun tertangkap kamera saat Mega memilih membuang muka saat Surya Paloh berdiri dan hendak menyalami Mega.

Kejadian ini menjadi yang kedua kali terjadi setelah sebelumnya juga Megawati melewatkan nama Surya Paloh dalam sambutannya saat membuka kongres PDIP.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya