Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi Harus Pilih Menkumham Yang Bebas Dari Permainan Politik

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 09:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Yasonna Laoly resmi mengundurkan diri sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia (Menkumham) dikarenakan dilantik sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan pada 1 Oktober kemarin.

Mundurnya Yasonna mendapat sorotan publik karena rezim pemerintahan Jokowi saat ini tengah menghadapi beban berat tekanan publik terkait Revisi UU KPK, RUU KUHP dan berabagai RUU yang dinilai kontroversial lainya.

Analis Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Muhtar Said menyatakan, idealnya seorang Menkumham adalah bukan representasi partai politik. Menkumham, kata Said harus dihindarkan dari jeratan polemik dan perseteruan partai politik baik dalam kepengurusan dan juga konflik kepentingan partainya.    


"Menteri Hukum dan HAM idealnya tidak dari parpol, supaya tidak terjerat dalam polemik parpol yang berseteru soal kepengurusan. Biasanya perseteruan pengurus parpol ini ada ketika mendekati Pilkada dan Pemilu," demikian kata Said kepada Kantor berita Politik RMOL, Rabu (2/10).

Lebih lanjut, Said berpendapat di periode kedua kepemimpinannya, Jokowi seharusnya memilih kalangan profesional untuk mengeyam tugas di Menkumham. Menurutnya, kalangan profesional akan bebas dari permainan politik,

"Jika Menterinya orang profesional, potensi main politik tidak banyak. Bayangkan jika Menkumham waktunya habis untuk ngurusi perselisihan hukum Parpol, ini akan menguras energi padahal tugasnya banyak," demikian kata Said.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya