Berita

Program E-Warong/Net

Politik

Publik Diminta Arif Lihat Program E-Warong

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 16:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tudingan mengenai pemimpangan dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui E-Warong dibantah Kementerian Sosial (Kemensos).

Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi Zainal Dulung membantah tudingan E-Warong siluman yang disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso itu.

Dia meluruskan bahwa tidak ada larangan bagi warung untuk tutup setelah masa pembagian bansos berakhir. Terpenting, warung yang bekerja sama memiliki izin dari bank untuk menyalurkan bansos.


"Siluman itukan tidak kenal. Jadi-jadian. Lah terus edisinya dari mana? Apakah anda bisa langsung beli edisi (alat gesek kartu). Kalau siluman bisa enggak bikin edisi sendiri. Terus yang siluman yang mana. Kalau punya edisi, apa dia siluman?" urainya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (1/10).

Dia mengakui ada 300 E-Warong yang tidak lapor. Tapi sudah ada aturan yang mengatur hal tersebut. Untuk itu, dia meminta ada kearifan publik dalam melihat E-Warong. Terlebih ada unsur pemberdayaan masyarakat dalam program tersebut.

Andi mengingatkan bahwa dengan E-Warong, masyarakat kini memiliki penghasilan Rp 2 hingga 3 juta per bulan.

"Sekarang rakyat ini tidak menjadi penonton. Apakah itu tidak positif?" tegasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya