Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin: Demi Kemanusiaan, Setop Pendekatan Represif Pada Rakyat!

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 | 18:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para mahasiswa turun ke jalan karena merasa terpanggil untuk pengawasan sosial yang bertujuan perbaikan bangsa. Aksi mereka merupakan ekspresi kekecewaan yang menggumpal terhadap pengabaian aspirasi rakyat oleh DPR dan pemerintah.

Begitu terang Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9).

Dalam hal ini, Din menyoroti aksi aparat yang otoriter dan represif dalam menyikap aksi justru membuat jiwa mahasiswa terenggut dan membuat aksi semakin menjadi-jadi.  


“Demi kemanusiaan yang adil dan beradab, dan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, saya mendesakkan penghentian pendekatan otoriter, represif, dan kekerasan negara atas rakyat warga negara,” tegasnya.

Kepada pemangku kepentingan, baik DPR maupun pemerintah, Din meminta untuk mengedepankan pendekatan dialogis persuasif.

Mereka harus mengakomodasi aspirasi rakyat karena justru itu adalah kewajiban pemangku amanat, yakni untuk membela dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Bukan kepentingan terbatas dari sekelompok orang atau golongan,” pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya