Berita

Aksi Srikandi milenial dukung revisi UU KPK/RMOL

Politik

Srikandi Milenial Ajak Masyarakat Hargai Proses Legislasi DPR

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2019 | 21:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dukungan kepada revisi UU KPK yang telah disahkan DPR terus ditunjukkan Srikandi Milenial dan Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD).

Jika biasanya menggelar aksi di gedung KPK, kali ini kedua elemen tersebut melakukan sosialisasi hasil revisi UU KPK itu di area car free day (CFD), Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/9).

Acara sosialisasi dikemas dengan flash dance dan senam zumba bersama. Tujuannya untuk menarik simati masyarakat agar bersama-sama mendukung UU baru yang tinggal diberi nomor oleh pemerintah.


"Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan energi positif bagi masyarakat Indonesia. Kami jelas mendukung penguatan KPK untuk pemberantasan korupsi," ujar koordinator aksi, Zen Icha dalam keterangan tertulisnya.

Zen menguraikan bahwa proses legislasi di DPR harus dihargai oleh semua pihak. Apalagi penggodokan RUU KPK tidak sebentar dan sudah sah secara konstitusional.

"Masyarakat harus mendukung untuk terciptanya kerukunan di Indonesia, dan tidak terprovokasi dengan segelintir pihak yang ingin memecah belah bangsa," tuturnya.

Aksi di area CFD bukan kali pertama, pada pekan lalu sosialisasi juga dilakukan Srikandi Milenial di area bebas kendaraan bermotor tersebut. Dalam aksi itu, mereka memberikan gantungan kunci bergambar logo KPK kepada para pengunjung CFD.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya