Berita

Martin Hutabarat (kedua dari kanan)/Net

Politik

Gejolak Papua Lebih Mendesak Ketimbang Gelombang Aksi

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 17:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Segudang masalah tengah merundung negeri ini. Mulai dari gelombang aksi mahasiswa menolak RUU KPK dan RUU KUHP hingga gejolak di tanah Papua.

Di mata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra Martin Hutabarat, pemerintah harus mengutamakan gejolak di Papua sebagai prioritas. Pasalnya, puluhan korban jiwa sudah berjatuhan di Wamena.

"Menurut saya yang paling mendesak saat ini soal Papua, ini sangat serius kita sangat prihatin soal nyawa orang terpaksa harus korban," ujar Martin dalam diskusi publik bertajuk “RUU Kontroversi dan Residu Politik Papua” di Student Center PP GMKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9).


Martin menyebut pemerintah seolah mengabaikan apa yang dirasakan masyarakat Papua. Padahal keinginan masyarakat Papua cukup sederhana, yaitu ingin hidup layak di tanah yang kaya.

"Dulu pada saat reformasi, Pak Habibie menjadi presiden mengundang tokoh masyarakat Aceh dan Papua. Masayakat Papua menolak pada saat ditawarkan menjadi syariah kristen. Apa katanya, “kami tidak menginginkan, kami ingin anak-anak kami seperti semua orang, kami ingin kesejahteraan”,” kata Martin.

Namun keinginan itu, sambungnya,  masih belum dirasakan masyarakat Papua, sehingga kembali meletus gejolak seperti di Wamena.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya