Berita

Bendera PMII/Net

Nusantara

Penembakan Mahasiswa Sudah Kelewatan, PMII Se-Sulawesi Tenggara Akan Gelar Aksi Besar-besaran

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara mengutuk keras insiden penembakan terhadap mahasiswa saat aksi demonstrasi, di depan Kantor DRPD Sulawesi Tenggara, Kamis (27/9).

Salah satu korban meninggal dunia karena diduga ditembak aparat adalah Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Randi diketahui kader PMII rayon FPIK UHO.

Ketua PMII Sultra, Erwin Gayus mengatakan, insiden penembakan tersebut tidak bisa dibenarkan dan harus ada yang bertanggung jawab.


"Ini sudah tindakan di luar tupoksi yang bertanggung jawab dalam penanganan kamtibmas. Dalam hal ini Kapolri, Kapolda dan Kapolres Sultra telah lalai, tidak amanah dan tidak profesional," kata Erwin dalam keteranganya, Sabtu (28/9).

Erwin juga menambahkan insiden itu sudah kelewatan, tidak manusiawi dan harus ditanggapi secara serius.

"Kami akan turun dengan melakukan demonstrasi besar-besaran bersama elemen gerakan lain untuk pressure insiden ini, hal ini sudah kelewatan karena sudah tidak manusiawi," tambahnya.

Berdasarkan intruksi PB PMII, PKC PMII Sultra akan melakukan demonstrasi serentak seluruh cabang PMII Se-Sulawesi Tenggara. Dan meminta agar dibuat tim gabungan untuk melakukan investigasi.

"Kami akan aksi serentak seluruh cabang Se-Sultra, dan menuntut agar dibentuknya tim gabungan untuk investigasi terkait ini. Tim investigasi bukan hanya Polri, tapi bersama pemerintah agar pelaku penembakan dihukum seberat-beratnya," tutup Erwin.

Adapun tuntutan PMII Sultra adalah, pecat dan hukum seberat-beratnya pelaku penembakan mahasiswa, dan pemerintah harus membentuk tim gabungan untuk investigasi tertembaknya mahasiswa.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya