Berita

Aksi di depan gedung DPR/Net

Politik

Kontras Minta Cara-Cara Lama Aparat Disetop

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 15:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengutuk keras tindakan represif oknum aparat kepada mahasiswa saat unjuk rasa menolak pengesahan sejumlah RUU bermasalah.

Koordinator Kontras, Yati Andriyani mendesak petinggi korps Bhayangkara untuk melakukan tindakan tegas kepada oknum yang memukuli mahasiswa hingga mengalami kritis.

“Yang terbukti melakukan kekerasan harus dihukum," tegas Yati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/9).


Kontras menyesalkan sikap aparat yang masih menggunakan cara-cara kekerasan yang membabi buta dalam mengamankan aksi-aksi demonstrasi. Hal itu justru akan membuat amarah mahasiswa semakin membesar dan meluas.

"Hentikan cara-cara lama yang arogan dan kekerasan terhadap mahasiswa. Itu hanya mengundang kemarahan mahasiswa," demikian Yati.

Selain itu, Kontras juga meminta aparat untuk segera membebaskan beberapa mahasiswa yang ditangkap saat aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI.

Sebab, penangkapan tersebut dapat menghalang-halangi bantuan hukum yang dilakukan oleh masyarakat sipil, termasuk Kontras.

"Bebaskan segera yang ditangkap, jangan halangi akses bantuan hukum kepada mereka. Kami di Kontras terus memantau ini. Hari ini Kontras akan membuka Posko Pengaduan," katanya.

Sejumlah mahasiswa mengalami luka serius hingga kritis di beberapa rumah sakit saat aksi demonstrasi di gedung DPR.

Salah satunya, Faisal Amir Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar masih dirawat di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat. Sementara, puluhan lainnya mengalami pingsan akibat sesak nafas karena ditembaki gas air mata.   

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya