Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Prihatin Tragedi 2409

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 08:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa banyak mahasiswa menjadi korban bentrokan dengan aparat di sekitar Gedung DPR RI pada tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 24 September 2019 .  

Mahasiswa
Berdasarkan pantauan ayojakarta.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut (AL) Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat puluhan mahasiswa dari berbagai universitas dirawat. Petugas medis RS Mintoharjo yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, kebanyakan mahasiswa yang dirawat lantaran kekurangan oksigen dan benturan benda keras di bagian kepala.

Namun, petugas tersebut enggan memberikan detail informasi terkait kondisi korban. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada informasi korban meninggal dunia. Namun, kondisi di sekitar rumah sakit cukup tegang lantaran banyak rekan mahasiswa yang lain khawatir dengan kondisi rekannya yang dirawat.

Namun, petugas tersebut enggan memberikan detail informasi terkait kondisi korban. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada informasi korban meninggal dunia. Namun, kondisi di sekitar rumah sakit cukup tegang lantaran banyak rekan mahasiswa yang lain khawatir dengan kondisi rekannya yang dirawat.

Berita tersebut dibenarkan oleh Sandyawan Sumardi sebagai pimpinan Posko Bantuan Darurat Kemanusiaan  Jaringan Relawan Kemanusiaan Indonesia yang sempat kekurangan ambulance dalam upaya menolong para korban tragedi 2409 sampai sibuk mengirimkan SMS “Kalau bisa tetap saja tanyakan kalau ada yang punya ambulance karena kami benar-benar kewalahan ! “.

Wartawan
Kantor Berita Politik RMOL.ID memberitakan bahwa seorang wartawan online dari Kompas.com bernama Ajeng mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari aparat kepolisian lantaran merekam Brimob yang tengah mem-bully demonstran di kawasan JCC, Senayan, Jakarta.

“Saya wartawan pak, saya dilindungi undang-undang pers,” teriak Ajeng.

Kemudian seorang wartawan online dari media IDN Times bernama Vanny juga mendapatkan perlakuan serupa. Vanny sempat ditarik bajunya oleh aparat kepolisian dan meminta menghapus video yang telah direkam.

Polisi
Kantor Berita ANTARA memberitakan bahwa Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan seorang anggota polisi korban ricuh demo mahasiswa di DPRD Jawa Barat sampai malam hari 24 September 2019 masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kabid Humas Polda Jabar Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa aparat keamanan tersebut mengalami luka serius di bagian kepala akibat terkena batu (lemparan batu) atau benda keras.

Dia mengatakan jumlah aparat polisi yang terkena imbas ricuh demo mahasiswa di Bandung ada sembilan orang. Dia menjelaskan rata-rata korban dari pihak polisi terluka akibat lemparan batu atau benda keras, namun Trunoyudo memastikan delapan korban sudah tidak dirawat.

Bharatayudha
Sebagai warga Indonesia, saya merasa prihatin bahwa sesama warga Indonesia jatuh sebagai korban kekerasan yang dilakukan sesama warga Indonesia terhadap sesama warga Indonesia, setelah 74 tahun bangsa Indonesia berhasil mengusir kaum penjajah dari persada Nusantara.

Memprihatinkan, kini bangsa Indonesia bukan memusuhi bangsa penjajah namun malah  saling bermusuhan dengan sesama bangsa sendiri.

Memprihatinkan, bangsa Indonesia sedang menyelenggarakan Bharatayudha terhadap sesama bangsa sendiri. Makin memprihatinkan bahwa saya sebagai rakyat jelata terbukti sama sekali tidak berdaya mencegah bangsa saya melakukan kekerasan terhadap sesama bangsa sendiri.

Menyadari ketidakberdayaan diri sendiri, maka dengan penuh kerendahan hati saya bersujud memanjatkan doa permohonan kepada Yang Maha Kuasa berkenan menyadarkan bangsa Indonesia. Terutama para beliau yang sedang berkuasa yang dipilih oleh rakyat untuk mengabdikan diri kepada negara, bangsa, dan rakyat Indonesia, berkenan menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap sesama rakyat Indonesia. AAMIIN .

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya