Berita

Mahasiswa korban bentrokan di DPRD Jabar dirawat di aula Unisba/Net

Politik

Ada Yang Dapat 15 Jahitan, 92 Mahasiswa Jadi Korban Demo Di DPRD Jabar

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 11:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Barat yang berlangsung ricuh, Senin (23/9), mengakibatkan korban di pihak mahasiswa. Tercatat, jumlah korban mahasiswa mencapai 92 orang, dan berpeluang terus bertambah banyak.

Data-data korban kericuhan aksi demontrasi yang melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus ini terpampang di papan pengumuman Universitas Islam Bandung (Unisba).

"Betul data-data ini valid yang kami kumpulkan di lapangan. Korbannya berasal dari berbagai kampus," ucap Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Bandung (Unisba), Lutfi di kampus Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin (23/9).


Lutfi menjelaskan, kondisi para korban beragam. Mulai luka ringan hingga berat. Sebagian mengalami luka di bagian kepala hingga tak sadarkan diri akibat gas air mata yang ditembakan polisi saat membubarkan massa.

"Ada yang sampai bocor 15 jahitan, luka di wajah. Ada juga yang terkena gas air mata hingga tak sadarkan diri. Kebanyakan luka berat," imbuhnya, dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Ditambahkan Lutfi, saat ini para korban tengah mendapatkan perawatan di RS Halmahera, RSHS, Srikandi, dan Borromeus. Jumlah mahasiswa yang terluka bisa bertambah karena pihak Presma masih terus melakukan pendataan.

"Kemungkinan bertambah, kita masih menyisir mencari para korban lain. Saat ini yang terdata 92 orang," katanya.

Selain itu, perwakilan dari kampus-kampus dan LBH juga tengah ke polsek untuk mendata mahasiswa yang diamankan polisi. "Kita masih cek ada yang ditahan atau tidak," tandasnya.

Saat ini Unisba menjadi pusat koordinasi korban aksi di Gedung DPRD Jabar. Sebagian mahasiswa yang terluka juga mendapat mendapat perawatan di aula Unisba.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya