Berita

Presiden Jokowi dan sejumlah pimpinan KPK/Net

Politik

RUU KUHP Pengalihan Isu? YLBHI: Ini Spekulasi

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 15:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RUU KUHP yang saat ini mengemuka ke publik disinyalir sebagian pihak hanya pengalihan isu yang sengaja digulirkan kembali seiring pengesahan revisi UU 30/2002 tentang KPK.

Pasalnya, penolakan revisi UU KPK yang dinilai melemahkan lembaga antirasuah nyaris tertutup oleh isu RKUHP yang juga menyisakan sejumlah kompleksitas persoalan di dalamnya.

Ketua YLBHI, Asfinawati enggan berspekulasi soal anggapan publik tersebut. Namu ia menyadari RUU KUHP memang selalu menuai polemik lantaran substansi pasal-pasal yang dibahas cenderung mengancam kebebasan sipil.


"Menurut saya itu kan pernyataan-pernyataan spekulatif. Tapi, kalau mau lebih akurat ternyata presiden lebih memilih isu. Ada desakkan masyarakat yang sama kerasnya (RUU KPK) tidak dilakukan hal yang serupa," kata Asfinawati kepada wartawan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9).

Asfinawati justru menyesalkan sikap DPR yang kompak mengebut sejumlah pembahasan Undang-Undang untuk disahkan. Padahal ditemukan banyak permasalahan dalam Pasal-Pasal RUU KUHP, seperti halnya Pasal Penghinaan Presiden yang mengancam kebebasan sipil, termasuk pers.

Tak hanya itu, jika pun pembahasan RUU KUHP ini tidak disahkan di DPR periode sekarang, masyarakat juga tidak bisa menjamin akan disahkan oleh DPR periode mendatang.

"Sepertinya ada kecenderungan wakil rakyat ini hanya mendengarkan partai, tidak mendengarkan rakyat. Padahal dia wakil rakyat bukan wakil partai," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya