Berita

Carl Gustav Jung/Net

Jaya Suprana

Alam Bawah Sadar Kolektif

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 08:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DARI para pewaris pemikiran Sigmund Freud, adalah Alfred Adler yang saya kagumi.

Menurut daya tafsir dangkal saya, Alfred Adler paling berupaya mendayagunakan psikologi sebagai pedoman budi pekerti kehidupan sehari-hari yang pada hakikatnya memiliki kemiripan makna dengan Pancasila serta merupakan pelopor psikologi positif.

Lain halnya dengan Carl Gustav Jung yang lebih menjelajah ke ranah spiritual bahkan mistik ketimbang realita kehidupan sehari-hari.


Kritik

Carl Gustav Jung mulai menjauhkan diri dari pengaruh Sigmund Freud dengan mengkritik pemikiran-pemikiran Sigmund Freud terutama mengenai Oedipoes Complex dan kefokusan pada infantile sexuality.

Kemudian Jung mengembangkan versi dirinya sendiri tentang teori psikoanalitikal.

Jung sepaham dengan Freud bahwa masa lalu dan masa kanak-kanak menetapkan perilaku masa depan namun Jung menambahkan bahwa perilaku manusia juga dibentuk oleh aspirasi masing-masing insan dalam menghadapi pengaruh lingkungan sosial.

Pemahaman atas alam bawah sadar Jung juga beda dengan Freud.

Arketipus

Namun pemikiran Jung yang benar-benar mandiri adalah apa yang disebutnya sebagai berbagai arketipus (archetypen) yang merupakan dasar atau akar pemikiran yang universal hadir pada peradaban umat manusia yang tampil melalui impian, cita-cita, sastra, seni atau agama.

Jung yakin bahwa simpul-simpul berbagai kebudayaan kerap kali saling mirip satu dengan lain-lainnya sebab kesemuanya berakar pada arketipus yang sama yang dimiliki seluruh ras manusia sebagai bentuk alam bawah sadar kolektif.

Menurut Jung ada banyak jenis arketipus namun empat jenis yang paling utama adalah persona, anima, bayangan dan diri-sendiri selaras dengan yang tertera pada buku "Archetypen".

Kejawen


Saya pribadi paling tertarik pada buku Carl Gustav Jung berjudul "Antwort auf Hiob" (Jawaban Terhadap Ayub) yang merupakan hasil pemikiran psikoreligius  terhadap persepsi spiritual umat manusia yang menurut sarat ujian bertabur kerikil ketidak-adilan bahkan kekejaman seperti yang tertera di dalam kisah Ayub di dalam Perjanjian Lama Alkitab.

Pergulatan batin Jung yang tersirat di dalam "Antwort auf Hiob" pada dasarnya merupakan dasar keseluruhan pemikiran psikoanalisis Carl Gustav Jung yang mencoba membongkar tabir misteri yang menyelubungi kehadiran umat manusia di alam semesta nan sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

Satu diantara kuotasi Jung bersentuhan dengan ajaran Jesus Kristus tentang jangan menghakimi adalah "Berpikir itu sulit, maka manusia cenderung menghakimi".

Saya pribadi merasakan denyut-denyut Kejawen pada aura mistisisme terkandung di dalam religionpsychologischen Ueberlegungen Carl Gustav Jung.

Mahakarya pemikiran Jung memang tidak sepopular Freud akibat Jung memang tidak memiliki daya kesaktian Freud dalam mengekspresikan pendapat secara atraktif dan profokatif maka impresif menyihir kalbu kaum akademisi mau pun kaum awam.

Penulis adalah pembelajar pemikiran para tokoh ilmu perilaku.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya