Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pasca Imam Tersangka, KPK Ingatkan Jokowi Pilih Menteri Berintegritas

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewanti-wanti Presiden Joko Widodo yang akan mengumumkan susunan Kabinet Kerja jilid II agar memilih menteri yang berintegritas.

Hal itu merujuk pada sederet menteri Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Berdasarkan penelusuran redaksi, sudah dua menteri yang menjadi pasien KPK yakni Idrus Marham (Menteri Sosial) dan Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olagraga).

Selain itu, ada beberapa menteri diduga masih memiliki catatan dan pernah diperiksa KPK, bahkan dihadirkan pada persidangan.


Sebut saja, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang disebut-sebut menerima sejumlah aliran dana terkait pengisian jabatan di Kemenag. Kemudian, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukitta yang beberapa kali mangkir dari panggilan KPK terkait kasus distribusi pupuk dan gula rafinasi.

Selanjutnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang namanya muncul dalam sidang kasus PLTU Riau-1 dan diduga memberikan sejumlah duit 10 ribu dolar Singapura kepada eks Wakil Ketua Komisi VI DPR Eni M. Saragih.

Selanjutnya, Menteri BUMN Rini Soemarno yang dinilai tidak bisa mengurusi anak buahnya karena banyak terjerat kasus korupsi. Beberapa petinggi di BUMN banyak yang jadi pasien KPK. Seperti di PLN, Angkasa Pura, Pertamina, dan INTI.

Terkait hal itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif memimta Presiden Jokowi agar betul-betul memperhatikan aspek integritas dalam memilih bakal menteri nantinya.

"Bukan untuk Kemenpora saja, tetapi semua menteri. Kami berharap beliau memilih menteri-menteri yang mempunyai rekam jejak yang bagus dari segi integritas," ujar Laode saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/9).

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya