Berita

Pernyataan Wiranto soal kondisi di Riau memicu kritik publik/Net

Nusantara

Kondisi Karhutla Makin Parah, Walhi Sayangkan Pernyataan Wiranto

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 14:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau tidak separah seperti diberitakan oleh media, mengundang banyak reaksi.

Publik menyayangkan pernyataan Wiranto yang dinilai mengarahkan opini publik dan membelokan kebenaran.

Salah satu yang keberatan dengan pernyataan Wiranto adalah Manager Kampanye, Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional (Eknas) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Wahyu Perdana. Tak hanya keberatan, Wahyu bahkan menyesalkan pernyataan Wiranto.


"Klaim kondisi membaik justru akan memperburuk kondisi, karena berdampak kepada kesiapsiagaan aparat dan masyarakat," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/9).

Lebih lanjut, Wahyu menunjukkan data kualitas udara yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui aplikasi AirVisual.

Wahyu menunjukkan data kualitas udara hari ini di Palangkaraya, yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kualitas udara di Palangkaraya berada di angka 1.056 berdasarkan US Air Quality Index (AQI US). Ini merupakan kondisi yang masuk kategori berbahaya.

Sementara, untuk udara di Pekanbaru, Riau, juga masih dalam level sangat tidak sehat. Indeks kualitas udara di Pekanbaru mencapai angka 250 pada Kamis (19/9).

Dengan kondisi seperti ini Wahyu meminta keseriusan Pemerintah menangani persoalan karhutla dan jangan mengeluarkan pernyataan yang tidak benar.

"Terlebih lagi pernyataan itu keluar dari seorang Wiranto yang merupakan figur publik," tandasnya.

Sebelumnya, Wiranto menceritakan kunjungannya bersama Presiden ke Riau beberapa hari yang lalu. Kata Wiranto, antara realita dengan yang dikabarkan media itu sangat berbeda.

"Jarak pandang di sana masih bisa, pesawat mendarat masih bisa, belum banyak yang pakai masker. Jarak pandang saat siang sangat jelas dan awan-awan dapat terlihat," jelas Wiranto, Rabu (18/9) di Media Center Kemenkopolhukam.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya