Berita

Relawan satgas karhutla DKI saat akan diberangkatkan Gubernur Anies Baswedan/Net

Nusantara

BNPB Riau Tolak Bantuan Anies, Mardani Ali: Itu Bukan Hal Bijak

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyayangkan sikap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Riau yang menolak bantuan relawan satgas penanggulangan bencana yang dikirim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Mardani, kondisi di Sumatera, khususnya Riau, yang terdampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mutlak dibantu oleh banyak pihak.

"Jadi bukan sesuatu yang bijak jika menolak pertolongan pihak lain," ujar Mardani Saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/9).


Mardani mengingatkan, dengan situasi yang sedang dihadapi saat ini, alangkah baiknya jika semua pihak bersatu membantu masyarakat terdampak karhutla.

Selain itu Ketua DPP PKS ini juga sangat menyayangkan bila ada sebagian masyarakat yang mencap bantuan Anies ini sebagai usaha mencari panggung menuju Pemilu 2024.

"Soal Pak Anies cari panggung itu urusan beliau. Dan siapa mencari panggung biasanya akan dilindas oleh panggung itu sendiri," Mardani mengingatkan.

"Sekarang kita fokus darurat asap yang memerlukan kerjasama dan bantuan semua pihak. Bersikaplah dewasa dan berjiwa besar," tegas Mardani.

Sebelumnya, Selasa (17/9), Anies telah melepas 65 personel gabungan yang dikirimkan untuk membantu memadamkan karhutla di Riau selama 10 hari.

Namun, pihak BNPB Riau justru menolak bantuan Anies tersebut. Alasannya personel di sana sudah cukup untuk menanggulangi asap akibat karhutla.

Kendati demikian menurut informasi yang disampaikan Anies, Rabu (18/9) kemarin, para relawan yang dikirim oleh Pemprov diarahkan oleh BNPB untuk membantu di Kalimantan Tengah.

"Karena di sana kondisinya sedang berat," sebut Anies.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya