Berita

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI/Net

Politik

Sandiaga Uno Hilang, Gatot Nurmantyo Terbilang

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 08:14 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Nama Sandiaga Uno perlahan tapi pasti menghilang dari bursa calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN). Kelompok elit PAN yang awalnya berharap Sandiaga bersedia bergabung dengan mereka dan memimpin partai berlambang matahari itu semakin menyadari Sandiaga lebih memilih “kembali” ke Partai Gerindra yang membesarkannya.

Beberapa waktu lalu, Sandiaga Uno menegaskan dirinya masih merupakan kader Gerindra yang didirikan dan dipimpin Prabowo Subianto. Sandiaga Uno masih memegang kartu tanda anggota (KTA) dan tengah bersiap-siap untuk kembali secara formal ke Gerindra.

Sandiaga sempat menyatakan mundur dari keanggotaan Gerindra beberapa saat sebelum pengumuman pasangan Prabowo-Sandiaga bulan Agustus tahun lalu.


Ketika itu ada di antara partai pendukung Prabowo yang Prabowo berpasangan dengan tokoh non-partai sebagai syarat dukungan.

Pengakuan Sandiaga Uno bahwa dirinya tidak pernah benar-benar keluar dari Gerindra diperkirakan sementara kalangan sebagai sinyal bahwa dirinya akan mendapatkan tugas yang lebih signifikan dari Prabowo di Gerindra.

Bagi PAN, harapan yang sempat berkembang agar Sandiaga bersedia bergabung dan memimpin partai itu didorong oleh perasaan bahwa PAN sedang mengalami krisis kader.

Prestasi PAN dalam kancah Pilpres 2019 lalu memang tidak terlalu buruk. Perolehan suara mengalami sedikit kenaikan. Namun karena partai-partai lain mengalami kenaikan yang lebih besar, persentase perolehan suara PAN dan jumlah kursi yang didapatkan di DPR RI dengan sendirinya mengalami penurunan.

Sementara ada anggapan tokoh internal partai yang diharapkan bisa menjadi pemimpin baru PAN belum cukup siap untuk menghadapi persaingan yang diperkirakan akan semakin keras menuju 2024. Misalnya Drajad Wibowo dan Hanafi Rais.

Pada situasi kebatinan seperti itulah, nama Sandiaga Uno muncul di bursa calon ketua umum PAN. Sandiaga dinilai cukup pantas, dan faktanya hubungan kimiawi Sandi dengan PAN dinilai cukup bagus juga.

Tetapi, seperti sudah diuraikan di atas, harapan itu layu seiring dengan pengakuan Sandiaga Uno bahwa dirinya lebih memilih kembali ke Gerindra.

Kini Sandiaga Uno sudah hilang. Tetapi bukan berarti harapan bagi PAN untuk menemukan tokoh lain di luar PAN yang bisa membesarkan partai itu pupus sama sekali.

Selain nama Sandiaga, ada dua nama lain yang juga ditimbang-timbang untuk tampil mengambil alih komando PAN. Pertama, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dan kedua, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Informasi yang berkembang di lapangan mengatakan, Gatot lebih diminati daripada Anies Baswedan. Ada pandangan yang mengatakan, Gatot lebih membutuhkan partai apapun sebagai kendaraan politik menuju 2024, dibandingkan Anies yang sudah terlanjur besar.

Di sisi lain, Gatot dinilai sebagai ahli strategi yang mumpuni. Metodologi kepemimpinannya selama di TNI dianggap pas untuk menopang dan mendorong kinerja PAN di masa depan.

Dalam waktu dekat, kelihatannya publik akan lebih sering mendengar nama Gatot Nurmantyo berkelindan di kalangan elit PAN yang merindukan kemenangan.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya