Berita

Refly Harun/Net

Politik

Elite Bertengkar Hebat Dalam Banyak Hal, Kecuali Saat Killing KPK!

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 04:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengesahan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menjadi pemandangan yang tidak lazim bagi masyarakat Indonesia.

Pasalnya, untuk kali pertama pembahasan di DPR bisa berjalan mulus tanpa hambatan. Bahkan kuorum anggota tidak menjadi soal saat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memulai rapat paripurna pengesahan tersebut.

Tercatat saat rapat dimulai pukul 10.30, Selasa (17/9), absensi kehadiran memang sudah diisi sebanyak 289 anggota dari total 560 anggota DPR. Tapi di dalam ruang rapat hanya ada sebanyak 80 anggota dewan saja.


Menanggapi hal itu, pakar hukum tata negara, Refly Harun mengeluarkan sindiran satirenya.

“Dalam banyak hal, elite-elite kita selalu berbeda pendapat bahkan bertengkar hebat, kecuali satu saja: killing KPK!” ujarnya dalam akun Twitter pribadi.

Menurutnya, bersatunya para anggota dewan itu tidak lepas dari persamaan nasib. Sebab, masih banyak elite yang waswas dengan KPK karena namanya disebut dalam sejumlah kasus dan mereka masih berkuasa.

“Jadi menjinakkan KPK is a way to protect themselves!” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya