Berita

Aksi Komnas KPK/RMOL

Politik

RUU KPK

DPR Diminta Bubarkan Biang Kerok Kegaduhan KPK

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 01:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Puluhan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan diri Komite Nasional Mahasiswa Selamatkan KPK (Komnas KPK) menggelar aksi damai di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9) sore tadi.

Dalam aksinya, mereka mendukung Revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi agar segera disahkan oleh DPR RI.

"Mendukung penuh DPR RI untuk melanjutkan kembali agenda pembahasan revisi UU KPK dan secepatnya untuk disahkan," kata koordinator Komnas KPK Rajul dalam orasinya.


Komnas KPK, kata Rajul, menilai revisi UU KPK bertujuan agar asas transparansi dan kepastian hukum dapat ditegakkan.

Selain itu, Komnas KPK juga meminta Wadah Pegawai KPK (WP-KPK) agar dibubarkan. Menurutnya, keberadaan WP-KPK dinilai kerap membuat kegaduhan ketika revisi UU KPK digulirkan.

"Tindak tegas dan bubarkan WP KPK, biang kerok kegaduhan," kata Rajul.

Dalam aksinya, Komnas KPK juga melakukan aksi teatrikal. Mereka membawa replika patung berwarna hitam dengan tulisan keadilan.

Patung itu merupakan simbol agar KPK bisa bekerja lebih profesional dan mandiri dalam menegakkan hukum.

"Itu patung keadilan. Itu agar KPK kembali menjadi penegak hukum yang profesional dan mandiri, tidak menjadi alat politik," tandasnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya