Berita

Kapitra Ampera/RMOL

Politik

Politisi PDIP Tidak Mau Saut Situmorang Bunuh Karakter Capim KPK

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 | 21:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tudingan yang dialamatkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang terhadap calon pimpinan KPK, Irjen Firli Bahuri membuat politisi PDIP Kapitra Ampera naik pitam.

Praktisi hukum itu bahkan menyambangi kantor komisi anti rasuah untuk meminta klarifikasi soal tudingan pelanggaran etik berat mantan Deputi Penindakan Irjen Firli Bahuri yang disampaikan Saut.

Kapitra merasa heran dengan pernyataan Suat yang berbeda dengan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata terkait dugaan pelanggaran etik berat Firli.


"Bagaimana bisa ada statement dari Pak Saut mengatakan bahwa telah ada majelis kode etik, bahwa Firli melakukan pelanggaran berat etika," kata Kapitra di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Menurutnya, masyarakat tidak pernah tahu-menahu proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik berat Firli. Menurutnya, proses itu tidak pernah dibuka, tapi tiba-tiba Firli dinyatakan melanggar kode etik berat.

"Tiba-tiba ada statement seperti itu, yang bisa membunuh karakter orang. Jangan sampai itu menimbulkan attack ke persoalan dan fitnah. Makanya kita ingin mengklarifikasi," katanya.

Selain itu, mantan kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab tersebut juga ingin mengklarifikasi jumpa pers yang digelar Saut kemarin, Rabu (11/9). Pasalnya jumpa pers digelar berbarengan dengan proses uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Komisi III DPR.

"Kami ingin semua jelas terang benderang, jangan sampai muncul fitnah dan jangan sampai ada pembunuhan karakter. Ini tidak baik buat penegakkan hukum maupun demokrasi," demikian Kapitra.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya