Berita

Budi Gunawan menemani Presiden Jokowi bertemu tokoh Papua di Istana/RMOL

Politik

Kerja Senyap BG Bawa BIN Jadi Pemersatu Bangsa

RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 08:58 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Dalam kurun waktu 3 bulan, Kepala Badan Intelijen Negara (Ka BIN) Budi Gunawan (BG) telah 3 kali berturut-turut mencetak prestasi yang dampaknya sangat amat baik bagi persatuan bangsa.

Semakin memanasnya suhu perpolitikan di tanah air pasca kemenangan capres nomor urut 2 Joko Widodo melalui keputusan Mahkamah Konstitusi, membuat masing-masing kubu mudah terprovokasi dan tak segan mencaci maki lawan.

Hingga akhirnya, ada inisiasi Ka BIN Budi Gunawan dan jajarannya merancang pertemuan unik antara Prabowo Subianto dan Jokowi, yang terlaksana di stasiun MRT Lebak Bulus pada hari Sabtu 13 Juli 2019.


Pertemuan ini menjadi awal terciptanya rekonsiliasi damai antara dua tokoh besar yang dimiliki negeri tercinta Indonesia.

Sebelas hari kemudian, Budi Gunawan kembali menjadi jembatan penghubung politik. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Rabu 24 Juli 2019.

Dan hari Selasa 10 September 2019 kemarin, lagi-lagi Budi Gunawan dan BIN yang menjadi jembatan penghubung dan mempertemukan 61 tokoh Papua dengan Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan.

Ada 10 poin aspirasi Tokoh Papua yang disampaikan kepada Presiden Jokowi yaitu:

1. Pembentukan lima wilayah adat di provinsi Papua dan Papua Barat
2. Pembentukan badan nasional urusan tanah Papua.
3. Penempatan pejabat-pejabat eselon 1 dan 2 di kementerian dan LPMK
4. Pembangunan asrama nusantara di seluruh tempat studi
5. Menjamin keamanan mahasiswa asal Papua
6. Usulan revisi Undang-undang Otsus dalam Prolegnas 2020
7. Menerbitkan Inpres untuk pengangkatan ASN Honorer di tanah Papua
8. Percepatan palapa ring timur Papua
9. Mengesahkan lembaga ada perempuan dan anak Papua
10.Membangun istana Papua dan berkantor di Istana Presiden yang ada di Papua

Apa yang dapat diulas disini?

Budi Gunawan dan jajarannya di BIN layak diapresiasi untuk semua yang telah mereka kerjakan untuk Indonesia. Pepatah dalam bahasa Latin mengatakan, "Pax melior est quam iustissimum bellum" yang artinya, "Perdamaian lebih baik ketimbang perang yang beralasan".

Pepatah lain mengatakan, "Is fecit, cui prodest" yang artinya, "Barangsiapa yang berguna, maka dia telah berbuat".

Budi Gunawan dan BIN dengan segenap kekuatan dan kemampuan mereka, terlihat betul membantu user mereka yaitu Presiden, untuk menyelesaikan masalah demi masalah di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Politik dan tokoh tokoh yang berkecimpung didalam dunia perpolitikan, diajak untuk saling bersinergi. Dan letupan letupan yang berpotensi mendatangkan perpecahan bangsa, dipadamkan segera.

BIN dibawah kepemimpinan Budi Gunawan, bekerja dalam senyap dan di bawah koridor yang berlandaskan tema "Labor omnia vincit" yang berarti "Bekerja mengatasi segalanya".

Dua bulan terakhir, BIN menyuguhkan karya-karya indah dan kerja nyata yang membanggakan. Demi Indonesia yang bersatu dan berdaulat. Singkat kata, BG membawa BIN menjadi laskar pemersatu bangsa.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya