Berita

RJ Lino/Net

Politik

Di Komisi III DPR, IPW Singgung Kelemahan KPK Tangani RJ Lino

SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 | 14:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi III DPR RI melanjutkan tahapan uji kepatutan dan kelayakan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dengar aspirasi publik.

Indonesia Police Watch (IPW) menjadi elemen masyarakat pertama yang menyampaikan pandangannya di Ruang Komisi III, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Ketua IPW,  Neta S Pane menyebutkan banyak hal yang harus dibenahi dari kinerja KPK. Seperti halnya kasus yang sudah ada tersangka tetapi tidak jelas tindak lanjutnya.


"Salah satu kasusnya adalah RJ Lino (tersangka korupsi Pelindo II) yang hanya diperiksa satu kali, tapi tidak ada tindak lanjut," katanya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Dirut PT Pelindo II itu dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tiga Quay Container Crane tahun anggaran 2010. Penetapan tersangka itu dilakukan pada Desember 2015 lalu.

KPK menyebut Lino telah  menunjuk PT Wuxi Huadong Heavy Machinery Ltd, sebagai perusahaan penggarap proyek tanpa melalui proses lelang.

Lino pun disangka melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU 31/1999 yang telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Namun demikian, kasus ini tidak pernah sampai ke meja hijau dan RJ Lino baru sekali menjalani pemeriksaan KPK.

RJ Lino juga sempat berurusan dengan DPR dalam sejumlah dugaan kasus korupsi di lingkungan Pelindo II yang dibawahinya. DPR bahkan membentuk Pansus Pelindo II untuk mendalami sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Di antaranya tentang temuan pelanggaran dalam perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja antara Pelindo II dan perusahaan asing bernama Hutchison Port Holding (HPH), Proyek Kalibaru, dan penerbitan obligasi global senilai Rp 20,8 triliun.

Sejumlah rekomendasi sempat dikeluarkan pansus pimpinan Rieke Diah Pitaloka itu. Seperti permintaan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memecat RJ Lino, hingga desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Rini Soemarno dari jabatan yang diemban.

Kembali ke pemaparan Neta. Neta mengaku setuju dengan rencana Komisi III DPR untuk membentuk badan pengawasan bersama terhadap KPK. Sebab dengan begitu, kerja KPK menjadi semakin terarah dan tidak asal-asalan.

 Terlebih, KPK mendapat predikat wajar dengan pengecualian dalam laporan keuangan tahun 2018.

"Untuk itu dewan pengawas adalah solusi untuk mengawasi KPK, agar KPK tidak bekerja dengan asas "semau gue”,” pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya