Berita

Nasir Djamil/Net

Politik

Jangan Ada Kuda Troya, KPK Juga Tidak Boleh Katakan "Kami Mengontrol Diri Kami Sendiri"

SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 | 15:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jangan sampai ada "kuda troya" dalam tubuh institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, istilah kuda troya pernah diungkapkan oleh mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dalam sebuah harian nasional.

Begitu kata anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menyikapi tudingan bahwa anggota DPR berupaya melemahkan KPK lantaran menginisiasi revisi UU 30/2002 tentang KPK. Sebab, tidak ada yang lemah dan kuat antar institusi negara satu dengan lainnya.

"Ingat enggak tulisan Pak Taufiequrachman Ruki di salah satu harian nasional soal kuda troya?" kata Nasir.


"Jangan sampai ada kuda troya di KPK yang meng-handle kepentingan orang luar untuk menembak ini, menembak itu," sambung politisi PKS ini.

Sebelumnya, Nasir mengakui bahwa revisi UU KPK itu berasal dari internal komisi antirasuah itu sendiri. Karena itu, lembaga seperti KPK memang perlu dilakukan kontrol dan diawasi agar tidak ada kuda troya dalam KPK.  

"Jangan sampai KPK tidak bisa dikontrol. Dan, enggak boleh juga di KPK 'kami mengontrol diri kami sendiri'," kata Nasir.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa revisi UU KPK yang telah disahkan pada rapat paripurna beberapa hari lalu bahwa tidak ada upaya pelemahan terhadap KPK. Karena itu, Nasir meminta semua pihak khususnya KPK agar tidak membuat drama seolah-olah DPR ingin melemahkan pemberantasan korupsi.

"Setiap kali perubahan ini selalu ada drama. Drama orang yang mengatakan ingin melemahkan, ada drama yang mengatakan ingin menguatkan. Jadi memang sebaiknya seluruh anak bangsa harus berpikir jernih dan sehat," pungkasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya