Berita

Jepang dan AS punya kesepkatan baru dalam perdagangan kedua negara/Net

Dunia

AS Sukses Bikin Jepang Potong Tarif Impor Daging Hingga 80 Persen

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 11:54 WIB

Amerika Serikat dan Jepang menyelesaikan negosiasi pakta perdagangan baru pada 24 Agustus. Hasilnya, Jepang bersedia memberi potongan tarif atas impor daging AS sekitar 80 persen.

Negosiator Jepang setuju untuk memberikan pengurangan tarif yang sama terhadap impor daging yang ditetapkan dalam perjanjian 12 negara yang diusulkan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Trump sendiri telah menarik diri dari kesepakatan itu pada Januari 2019. Alasannya hal tersebut hanya akan mengurangi upah pekerja AS.


Kesepakatan bilateral baru yang akan ditandatangani bulan depan akan memangkas tarif Jepang atas daging impor AS.

Antara lain tarif daging sapi dari 38,5 persen menjadi 9 persen, daging babi dari 4,3 persen menjadi nol. Begitu pula dengan tarif babi yang awalnya 4,83 dolar AS per kilogram menjadi hanya 0,57 dolar AS per kg.

Jepang adalah pasar terbesar keempat untuk produk pertanian AS dengan nilai 12,9 miliar dolar AS. Menurut Layanan Penelitian Kongres AS, Perdagangan Jepang dan AS telah menggunakan berbagai hambatan tarif dan nontarif untuk membatasi pertumbuhan impor pertanian AS selama beberapa dekade, dikutip dari Theepochtimes.

Akibatnya Trump mengancam akan campur tangan di pasar mata uang untuk melemahkan dolar AS dalam rangka membuat ekspor AS lebih kompetitif. Tetapi Jepang telah memperkuat yen sekitar 9 persen terhadap dolar sejak Trump menjabat sebagai Presiden pada 2017. Laporan: Ahda Sabila

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya