Berita

Donald Trump telah meningkatkan bea impor produk China dengan tambahan 5 persen/Net

Dunia

Usai Tambah Tarif Impor Produk China Hingga 5 Persen, Donald Trump Merasa Menyesal

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 10:04 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak ada henti-hentinya mengobarkan api perseteruan dengan China. Kali ini Trump berharap bahwa dia dapat menaikkan tarif impor barang-barang China lebih tinggi.

Seperti yang dilansir Reuters, Trump bahkan mengangkat alisnya ketika wartawan mempertanyakan penambahan tarif impor China sebesar lima persen.

"Presiden Trump menanggapi dengan tegas karena ia menyesal tidak menaikkan tarif lebih tinggi," ujar Jurubicara Gedung Putih, Stephanie Grisham pada Minggu (25/8) ketika mengklarifikasi pernyataan Trump.


Beberapa jam setelah China mengumumkan tarif balasan atas produk AS senilai 75 miliar dolar AS, Jumat (23/8), Trump mengatakan akan menambah bea impor sebesar 5 persen terhadap produk China senilai 550 miliar dolar AS.

Aksi dua kekuatan ekonomi dunia ini sangat disesalkan oleh banyak pihak. Karena hal ini telah memicu kerusakan pertumbuhan global dan meningkatkan kekhawatiran ekonomi dunia akan adanya resesi masal.

Sebelumnya Trump mengatakan bahwa ia telah memerintahkan perusahan AS untuk mencari alternatif, termasuk menutup operasi di China dan memindahkan produksi ke AS. Hal tersebut ia lakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional.

"Saya bisa mendeklarasikan darurat (ekonomi) nasional. Saya pikir ketika mereka mencuri kekayaan intelektual, di mana kita memiliki kerugian total hampir satu triliun setahun, dalam banyak hal itu darurat," ujar Trump.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya