Berita

Pertemuan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dan Presiden Prancis Emmanuel Macron/net

Dunia

Tanpa Sepengetahuan Trump, Macron Lakukan Pertemuan Dengan Menlu Iran

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 09:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tak diduga, Iran mendapatkan undangan mengejutkan dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk melakukan pertemuan di tengah KTT G7 yang masih berlangsung di Biarritz, Perancis.

Diberitakan oleh Al Jazeera, Mohammad Javad Zarif yang mewakili Iran mendarat di Prancis Minggu (25/8) untuk bertemu dengan Macron. Pertemuan keduanya berlangsung singkat, yakni hanya setengah jam.

Selain Macron, Zarif juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian dan menghabiskan waktu tiga setengah jam sebelum akhirnya pergi meninggalkan negara Eiffel tersebut.


Meski singkat, namun diplomasi berjalan aktif. Begitu kiranya yang dikatakan oleh Zarif di media sosialnya. Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang pejabat di kantor Macron kepada AFP yang mengatakan bahwa diskusi berjalan "positif".

Pertemuan tiba-tiba dan singkat ini dilandasi oleh keinginan Macron untuk meredakan ketegangan yang dipicu keputusan Presiden AS, Donald Trump yang menarik diri dari kesepakatan nuklir dan memberikan Iran berbagai sanksi.

Saat ini, kesepakatan nuklir hanya diisi oleh beberapa negara seperti Prancis, Jerman, Inggris, China, dan Rusia. Sebagai salah satu negara yang menandatangani kesepakatan nuklir, Macron cukup menyayangkan keputusan Trump. Oleh karenanya, ia mendesak Trump memberikan bantuan pada Iran dengan mencabut sanksi atas penjualan minyak ke China dan India.

Undangan mengejutkan dilakukan sehari setelah Macron bertemu dengan tujuh pemimpin G7 dan dibuat sebagai 'perjanjian dengan AS'. Meski demikian, Trump dikabarkan belum mengetahui pertemuan antara keduanya tersebut.  

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya