Berita

Presiden Jokowidodo/Net

Politik

Pak Jokowi, 2014 Kampanyenya Revolusi Mental Kok Malah Bangun Infrastruktur

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 03:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo perlu mengingat saat pemilihan presiden 2014 lalu yang digencarkan adalah kampanye revolusi mental. Sejauh ini yang nampak dari pembangunan Jokowi adalah pembangunan infrastruktur fisik berupa tol dan ribuan kilometer jalan baru.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia Cecep Hidayat saat ditanya tentang kepemimpinan Jokowi selama lima tahun terakhir, Senin (26/8).

Cecep menjelaskan saat 2014 Anies Baswedan jadi jubir Jokowi ia mengutarakan tentang kepentingan pembangunan infrastruktur, namun demikian Anies menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi akan serius melaksanakan berbagai kebijakan revolusi mental.


"Saya melihat Jokowi sama dengan pemimpin lainya mencari bukti legacy dan yang paling mudah kan pembangunan infrastruktur berbeda dengan saat kampanye dulu," tandas Cecep.

Cecep menjelaskan seorang pemimpin memprioritaskan bukti monumental seperti infrastruktur adalah hal biasa, tetapi harus dipahami juga bahwa pembangunan sumberdaya manusia sangat penting untuk membangun karakter bangsa.

"Saya nggak tahu seperti apa indikator revolusi mental pemerintahan Jokowi, tetapi yang jelas tahun 2014-2019 yang nampak adalah infrastruktur fisik," pungkas Cecep.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya