Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bandara Hong Kong Terpantau Normal Meski Ada Rencana Unjuk Rasa Lanjutan

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 20:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bandara Internasional Hong Kong dan layanan kereta api bandara terpantau normal pada Sabtu (24/8) meski beredar informasi rencana "stress test" yang akan dilakukan oleh para pengunjuk rasa pada akhir pekan ini.  

Dilansir oleh Channel New Asia, menurut saksi Reuters, orang yang memasuki terminal harus menunjukan boarding pass dan paspor terlebih dahulu. Sementara di stasiun kereta api, dan jalan akses menuju bandara ditempatkan polisi untuk berjaga.

Sebelumnya, pengadilan tinggi Hong Kong telah mengeluarkan surat perintah pada hari Jumat (23/8) agar tidak melakukan tindakan yang tidak sah dan menghalangi operasi bandara.


Selain di bandara, unjuk rasa juga direncanakan di berbagai distrik, termasuk Kwun Tong, di semenanjung Kowloon.

Operator MTR Corporation pada hari Jumat (23/8) juga mengatakan telah diberi perintah untuk mencegah pengunjuk rasa mengganggu layanan kereta.

Jika terjadi perkelahian, vandalisme, atau tindakan kekerasan lainnya, layanan kereta api dapat segera dihentikan.

Pada Jumat malam (23/8), ribuan pengunjuk rasa melakukan rantai manusia di sekitar kota sebagai protes damai yang dinamai "Hong Kong Way", yang terinspirasi dari "Baltik Chain". Menurut penyelenggara, terdapat 135 ribu orang berpartisipasi dalam protes damai ini.

Unjuk rasa selama tiga bulan di Hong Kong masih terus berlanjut mengingat pemerintah menolak memenuhi satu dari lima tuntutan utama pengunjuk rasa, yaitu melakukan penyelidikan independen terhadap polisi yang melakukan kekerasan berlebih.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya