Berita

Kebakaran hutan di Amazon/Net

Dunia

Presiden Brasil Kerahkan Pasukan Atasi Kebakaran Amazon

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 15:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengaku telah mengesahkan pengerahan pasukan untuk membantu menangani kobaran api di Amazon.

Hal tersebut Bolsonaro sampaikan dalam pidatonya pada hari Jumat (24/8), setelah para pemimpin negara G7 melakukan pertemuan dan mengancam akan menggagalkan kesepakatan dagang bila krisis kebakaran Amazon semakin parah.

Dilaporkan oleh AL Jazeera, kebakaran hutan hujan Amazon yang jadi penghasil 20 persen oksigen di bumi ini telah semakin parah. Diketahui jumlah titik kebakaran melonjak hingga 83 persen dari tahun lalu dan menghancurkan sepetak besar lahan yang penting untuk melawan perubahan iklim global.


Dalam pertemuan G7 di Prancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat isu ini berada dalam agenda pertemuan puncak akhir pekan ini. Prancis dan Irlandia mengancam akan menentang kesepakatan perdagangan Uni Eropa dengan blok Amerika Selatan yang dicapai pada bulan Juni lalu.

Selain itu, banyak protes terjadi di luar kedutaan besar Brasil, seperti  di Mexico City, Lima, London, dan Paris. "Amazon adalah milik Bumi, bukan milik Brazil", begitu tulisan yang ada di kantor diplomatik Brasil di Nicosia, Siprus.

Bolsonaro kemudian merespon hal tersebut dengan mengatakan dalam pidato yang disiarkan di televisi bahwa dirinya telah mengesahkan penggunaan pasukan untuk memerangi kebakaran dan menghentikan deforestasi ilegal di Amazon.

Sebelumnya, presiden Brasil ini bersikeras untuk melakukan pembangunan hutan Amazon demi meningkatkan ekonomi nasional. Namun, gagasan tersebut langsung diprotes oleh para pecinta lingkungan.

Sejak kebakaran besar ini terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memanggil Bolsonaro untuk menawarkan bantuan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya