Berita

Foto:Net

Dahlan Iskan

Jebol Tembok

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 05:10 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

APAKAH menjebol tembok sama dengan menggeser ufuk?

Saya merasa beruntung. Bisa akses Indosiar di mana pun. Saya bisa ikut senang melihat Fildan lolos empat besar - karena memang sangat pantas. Saya ikut sedih Weni tersisih - tidak pantas tersisih.

Saya juga bisa mendapat pelajaran penting: soal menjebol tembok. Dari Bebi Romeo. Salah satu juri acara D'Star di Indonesia itu.


Fildan juara dangdut Indonesia. Asal Bau-Bau, Buton. Lalu juara dangdut Asia. Dan kini masuk empat besar lomba antar juara.

Weni juara dangdut Indonesia. Asal Pontianak. Lalu juara dangdut Asia. Kemarin tersisih di enam besar. Hanya karena kalah SMS.

Bebi adalah penyanyi top Indonesia. Pencipta lagu. Jarang bicara. Sebagian ciptaannya dinyanyikan sendiri. Sebagian lagi dinyanyikan Krisdayanti (Mencintaimu), Chrisye (Andai Aku Bisa) atau Arri Lasso (Perbedaan).

Di arena dangdut pun ternyata ada ajaran filsafatnya.

Selama ini saya penganut filsafat 'geser ufuk'. Tapi lebih pada cara berpikir. Atau cara pandang.

Ajaran jebol tembok dari Bebi Romeo itu penting untuk siapa saja. Untuk orang tua bagi anaknya. Untuk anak itu sendiri. Agar tidak mudah mapan.

Awalnya Bebi harus memberi komentar pada Reza. Peserta asal Bandung itu. Yang secara teknis apa pun sudah sempurna.

Bebi mengibaratkan perjalanan dangdut Reza sudah sampai batas akhir. Tidak ada lagi yang bisa ditingkatkan.

Pilihannya tinggal dua: Jalan di tempat di dekat tembok itu, atau bahkan jalan mundur.

Ternyata, kata Bebi, ada pilihan lain: tabrak tembok itu! Jebol dinding itu!

Hasilnya bisa dua kemungkinan: temboknya jebol atau badannya sakit.

Kalau temboknya yang jebol, kata Bebi, Anda bisa mendapatkan jalan yang lapang. Ke mana pun terserah Anda. Tidak ada lagi tembok penghalang.

Kalau ternyata tidak mampu menjebol tembok memang berisiko. Dicaci maki. Dianggap eksperinmental. Tidak konsisten. Tidak taat azas.

Pesan Bebi itu rasanya tidak hanya untuk Reza. Juga untuk saya - dengan penuh penyesalan karena terlanjur tua.

Indosiar sendiri sudah menjebol tembok itu. Setelah punya banyak jenis juara, juara-juara itu yang dicarikan juara ya juara.

Semua orang melakukan perjalanan. Di kehidupan. Ada yang tidak kunjung sampai. Ada pula yang cepat sampai. Lalu merasa sudah sampai. Ada yang masih mempertanyakan 'apa arti sampai'. Di mana itu 'batas sampai'.

Pikiran, kadang mengendalikan badan. Tapi, kadang, badan mengendalikan pikiran. Ada juga yang mengatur diri dan pikiran. Antara badan dan pikiran berbagi sama rata.

Kian besar pikiran mengendalikan badan itulah kreativitas. Kian besar badan mengendalikan pikiran itulah belenggu.

Maka diperlukan teori 'menggeser ufuk'.

Orang Surabaya mengira matahari tenggelam di Semarang. Ia berjalan ke Semarang. Ingin melihat matahari tenggelam di sana.

Ternyata matahari tenggelam di Tegal. Ia pun berjalan ke Tegal. Ternyata matahari tenggelam di Cirebon. Dan seterusnya.

Pikiran ternyata tak terbatas. Seluas cakrawala. Hanya saja banyak orang yang tidak mau memperluas pandangannya.

Ada yang tetap berpikiran matahari tenggelam di Semarang. Tidak peduli dengan pandapat lain. Bahkan diajak ke Semarang pun tidak mau.

Hanya orang yang mampu menggeser ufuk bisa memperoleh cakrawala pikiran yang lebih luas.

Bagi yang merasa pikirannya sempit ternyata mudah: jangan takut menggeser ufuk.

Bagi yang merasa kemampuannya mentok, jangan takut ikut Bebi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya