Berita

Kerusuhan di Papua/Net

Pertahanan

Kerusuhan Papua Karena Pemerintah Tidak Serius Selesaikan Masalah SDM

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 03:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tindakan rasisme di Surabaya disebut bukanlah menjadi penyebab utama  kerusuhan di Papua, melainkan karena tidak adanya keadilan yang dirasakan masyarakat Papua dari pemerintah.

Perwakilan Forum Komunikasi Anak Papua, Sammy Jenggu mengatakan, tindakan rasisme di Surabaya hanyalah pemicu dari kekesalan yang selama ini terpendam oleh masyarakat Papua terhadap pemerintah.

"Iya jadi masalah keadaan sebenarnya, jadi kasus kemarin (Surabaya) itu adalah pemicu," ucap Sammy Jenggu kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di Kapolda Metro Jaya, Jumat (23/8).


Penyebab utamanya ialah masyarakat di Papua hanya menuntut keadilan yang selama ini tidak pernah diberikan oleh pemerintah. Masyarakat Papua, kata Sammy, hanya ingin diperlakukan sama seperti masyarakat pada daerah lainnya di Indonesia.

"Sebenarnya yang menjadi masalah itu adalah Papua menuntut keadilan, bagaimana berbuat adil terhadap saudara-saudara kita dari Aceh sampai Papua. Tolong kami diperlakukan yang sama, yang kami inginkan hanya itu," jelasnya.

Bahkan kata Sammy, pembangunan infrastruktur yang digencarkan Presiden Joko Widodo tidak bermanfaat sama sekali untuk masyarakat di Papua.

"Pembangunan infrastruktur tidak ada manfaat, bangun dulu manusianya (Sumber Daya Manusia), karena manusia Papua itu butuh sentuhan," ungkapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya