Berita

Pertemuan perwakilan AS dan Taliban menuju kesepakatan damai/Net

Dunia

AS Dan Taliban Kembali Bertemu, Kesepakatan Damai Makin Dekat

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 14:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Niat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik pasukannya dari Afganistan nampaknya akan segera terwujud. Hal itu berkenaan dengan perwakilan Taliban yang kembali memulai perudingan dengan para pejabat AS di Doha, Kamis (22/8).

Dilansir Al Jazeera, pertemuan tersebut terjadi sehari setelah utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad tiba di Doha dengan membahas persoalan utamanya, yakni penarikan pasukan AS dan pasukan asing lainnya dari Afganistan serta komitmen Taliban tidak menggunakan Afganistan sebagai landasan serangan global.

Negosiasi damai Taliban dan AS dimulai Oktober tahun lalu dengan dua poin penting. Pertama, negosiasi terpisah antara perwakilan Afganistan dan Taliban mengenai gencatan senjata permanen. Kedua, pembagian kekuasaan di negera Asia Tengah.


Hingga saat ini, Taliban sendiri enggan melakukan pembicaraan dengan pemerintah Afganistan yang dianggapnya sebagai rezim boneka. Menurut Taliban, melakukan pembicaraan akan memberikan legitimasi lebih bagi pemerintahan Afganistan.

Menurut Jurubicara pertemuan tersebut, Zabihullah Mujahid, komandan pasukan AS sekaligus komandan misi NATO di Afganistan, Jenderal Scott Miller juga hadir dalam pertemuan di Ibukota Qatar tersebut.

Sedangkan dalam perundingan kedelapan pekan lalu, seorang wakil Taliban mengatakan bahwa kesepakatan damai sudah dekat meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Diketahui terdapat sekitar 14.000 tentara AS dan 17.000 tentara dari 39 negara sekutu yang bergabung dalam NATO berada di Afganistan dalam peran non-tempur saat ini. Presiden Trump mengatakan, perang menahun ini sudah merugikan negara sehingga secepatnya harus diakhiri.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya