Berita

Bavar-373 jadi sistem pertahanan udara terbaru yang murni buatan Iran/Net

Dunia

Panas-panasi Amerika Serikat, Iran Luncurkan Rudal Buatan Sendiri Bavar-373

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 09:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, Presiden Iran Hassan Rouhani justru mengumumkan telah memiliki sistem pertahanan udara terbarunya. Sistem pertahanan udara ini murni buatan Iran.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, Bavar-373 atau yang diartikan "percaya" merupakan sistem pertahanan rudal terbaru Iran dengan jangkauan cukup jauh. Ini merupakan rudal pertama yang diproduksi oleh Iran. Alat militer canggih ini diperkenalkan pada Selasa (21/8) kemarin.

Bavar-373 diproduksi Iran untuk menggantikan S-300 yang dibeli dari Rusia yang pada 2010 ditangguhkan karena adanya sanksi internasional untuk impor senjata dalam jumlah banyak. Meski demikian, menurut Rouhani, sistem pertahanan udara ini lebih baik dibanding S-300 dan mendekati S-400 yang lebih canggih.


Senada dengan pernyataan Presiden, kantor berita IRNA juga mengatakan bahwa sistem rudal jarak jauh ini memiliki jangkauan target bergerak hingga 200 km. Cocok Dengan geografi negara yang sedang memiliki ketegangan dengan Barat itu.

Dalam pidatonya saat peluncuran Bavar-373, Rouhani juga membahas persoalan konflik dengan AS. Menurutnya, AS merupakan musuh yang tidak bisa direspons dengan logika.

Ketika AS melancarkan serangan, menurutnya, Iran tidak bisa diam dan melakukan dialog. Karena hanya akan menjadi pembicaraan tidak berguna.

"Ketika AS meluncurkan rudalnya, kita tidak bisa berkata 'tolong jangan mengenai negara kami dan orang-orang tidak bersalah'," ujar Rouhani.

Diketahui, pada Juni lalu, Iran telah menembak jatuh pesawat pengintai Global Hawk AS dengan rudal yang diluncurkan dari darat karena diduga melanggar wilayah  udara mereka. Meskipun hal ini langsung dibantah oleh AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya