Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jamu Warisan Kebudayaan Indonesia

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 07:35 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERKESAN pemerintah Indonesia mewarisi selera kaum penjajah dalam enggan mengakui mahakarya kebudayaan nusantara yang disebut sebagai jamu sebagai tuan di negeri sendiri.

Perjuangan saya beserta kawan-kawan pemerhati kebudayaan nusantara sejak dasawarsa ke delapan abad XX untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat jamu tak kunjung membuahkan hasil yang diharapkan.

Setelah 74 tahun Indonesia merdeka, jamu tetap dianggap sebagai anak-tiri kebudayaan yang wajib “dimodernisir” menjadi obat farmasi yang notabene adalah karya kebudayaan bangsa asing. Keyakinan bahwa jamu tidak berhak eksis sebab tidak “dibuktikan secara ilmiah” seperti obat farmasi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap kebudayaan nusantara secara ingkar fakta sejarah.


Secara tak terbantahkan, sejarah telah nyata membuktikan bahwa demi menjaga dan membina kesehatan dan kebugaran jiwa-raga Balaputradewa, Airlangga, Tribuana Tungga Dewi, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Raden Patah, Sultan Agung serta para tokoh nusantara lainya dapat dipastikan sama sekali tidak menggunakan obat farmasi tetapi jamu!

Menurut mahaguru kebangsaaan saya, Soepardjo Roestam, para pembela kemerdekaan Indonesia yang bergerilya di pedesaan dan hutan belantara di bawah pimpinan Jenderal Besar Soedirman menjaga kesehatan dan kebugaran jiwa-raga bukan dengan obat farmasi tetapi jamu.

Kemendikbud

Syukur Alhamdullilah, menjelang 17 Agustus 2019 sebagai hari raya 74 tahun proklamasi kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Dwi Ranny Pertiwi mengirimkan sebuah berita bahagia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak mewarisi semangat kaum penjajah melecehkan kebudayaan Nusantara.

Kemendikbud berkenan menyelenggarakan Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada tanggal 13-16 Agustus 2019 di Jakarta.  Kemendikbud telah menerima usulan dari berbagai provinsi untuk dibahas Direktorat Jenderal Kebudayaan bersama Tim Ahli WBTB sesuai amanah Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka perlindungan warisan budaya.

Warisan Kebudayaan

Sebanyak 28 Provinsi mengajukan usulan WBTB masing-masing. Provinsi Jawa Tengah (Jateng) hadir pada Sidang Penetapan WBTB Indonesia Tahun 2019 untuk mengajukan jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Provinsi Jateng diwakili oleh Seksi Tradisi dan Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mempresentasikan WBTB, mencakup Jamu sebagai bahan usulan. Untuk memperkuat usulan tentang jamu sebagai WBTB, pada Sidang Penetapan WBTB 2019 juga dihadiri para wakil dari GP Jamu.

Insya Allah, rangkaian tahapan administratif-politis tersebut dapat segera menghasilkan ketetapan bahwa jamu merupakan Warisan Budaya Tak Benda di Indonesia untuk kemudian sesuai yang sejak lama saya harapkan diajukan ke UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Kebudayaan Dunia.

Insya Allah, saya dapat meninggalkan dunia fana ini dengan sanubari bahagia dan bangga akibat akhirnya jamu diakui sebagai Warisan Kebudayaan Dunia mahakarya bangsa Indonesia. MERDEKA!

Penulis adalah rakyat Indonesia yang bangga atas mahakarya kebudayaan Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya