Berita

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi beberkan alasan wacana gabung DKI/RMOL

Politik

Ternyata, Alasan Bekasi Ingin Gabung Ke Jakarta Tak Lepas Dari Soal Anggaran

RABU, 21 AGUSTUS 2019 | 15:52 WIB | LAPORAN:

Keinginan Bekasi untuk gabung ke DKI Jakarta rupanya tak lepas dari soal anggaran. Tepatnya soal APBD, antara Bekasi dengan DKI Jakarta yang jomplang.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan salah satu faktor yang membuat wacana Kota Bekasi ingin gabung dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta makin kuat adalah melimpahnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI.

Memang ada perbedaan signifikan dari besaran dana APBD di kedua wilayah ini. APBD DKI Jakarta 2019 diketahui sebesar Rp 77,9 triliun. Sementara anggaran daerah Bekasi tahun ini "hanya" Rp 6,6 triliun.


"Dari aspek percepatan pembangunan, DKI mempunyai APBD yang begitu besar. Kota Bekasi lihat dari berbagai sisi. Dari kultur, dari emosional, dari topografi dan kedekatan dengan DKI Jakarta. Kita lemparkan bahwa kita lebih berpotensi, umpamanya membangun provinsi atau bergabung dengan DKI Jakarta," kata Rahmat saat dikofirmasi Rabu (21/8).

Lanjut bang Pepeng, sapaan akrab Rahmat Effendi, selain perbedaan APBD yang besar ada faktor kedekatan secara budaya atau kultur yang menjadi pertimbangan lain warga Bekasi memilih Jakarta daripada Bogor Raya.

Faktor lainnya adalah, kebanyakan warga Bekasi bekerja di wilayah Jakarta. Akses transportasi warga Bekasi ke Jakarta juga dari wilayah satu sama lain memang sudah terintegrasi. Seperti Bus Transjabodetabek dan Bus Royal Premium.

"Dari segi transportasi lebih dekat. Transportasi lebih bagus, karena apa? DKI punya sumber daya keuangan yang besar," jelasnya.

Di sisi lain, menanggapi wacana Pemkot Bekasi, Gubernur Anies Baswedan mengaku pemekaran satu daerah bukan merupakan kewenangan kepala daerah masing-masing.

"Begini, kita adalah sebuah negara kesatuan, pembagian wilayah adalah wewenang pemerintah pusat. Jadi secara prinsip Pemprov DKI harus mentaati keputusan pemerintah pusat," ucap Anies.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya