Berita

Aliran air Sungai Sutlej/net

Dunia

India Bantah Lepaskan Air Sungai Sutlej Seperti Tuduhan Pakistan

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 15:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hubungan antara India dan Pakistan makin tegang. Tuduhan mengobarkan 'perang' dengan cara melepas air Sungai Sutlej yang dilontarkan Pakistan dibantah mentah-mentah oleh India.

Dikutip dari surat kabar India Deccan Chronicle, Selasa, (20/8), India menolak klaim Pakistan yang mengatakan bahwa pihaknya tidak menginformasikan terlebih dahulu pelepasan air dari bendungan sesuai kesepakatan dua negara.

Pakistan sebelumnya menyebut bahwa pelepasan air yang tak terduga ke Sungai Sutlej merupakan sebuah pelanggaran perjanjian lama kedua negara.


"India menggunakan posisinya di hulu untuk mengobarkan perang generasi kelima di negara itu," ujar Kepala Otoritas  Pengembangan Air dan Tenaga Pakistan (WAPDA), Muzammil Hussain.

Sementara itu, menurut Kementerian Sumber Daya Air India, Senin malam (19/8), harus ada informasi terlebih dahulu sebelum pelepasan air dari waduk yang berpotensi menimbulkan banjir. Hal itu sesuai dengan perjanjian kedua negara.

Namun dari pengamatan India sepanjang hari Senin, tidak ada pelepasan air yang luar biasa. Justru pada pukul 7 malam waktu setempat, ketika Sungai Sutlej mencapai tingkat ambang banjir tinggi, otoritas India mengaku telah memberikan informasi pada Pakistan sebagai komitmen perjanjian kedua negara.

Saat ini, otoritas darurat Pakistan sedang bersiap menghadapi kemungkinan banjir kecil di beberapa daerah di negara bagian Punjab yang menurut India dikarenakan kenaikan aliran air sungai.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya