Berita

Tri Rismaharini bersama Megawati Soekarnoputri/RMOL

Pertahanan

Tri Rismaharini: Kabag Humas Saya Orang Papua, Tidak Benar Kami Hina Mereka

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 15:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gelombang aksi ribuan massa terjadi di Manokwari, Jayapura dan Sorong. Pemicunya, masyarakat Papua marah dengan pernyataan rasisme oknum warga Surabaya saat melakukan penangkapan mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini angkat bicara mengenai insiden kericuhan di Papua akibat dipicu oleh adanya pengusiran dan penghinaan terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.

Risma menegaskan kabar adanya pengusiran mahasiswa dan warga Papua di Surabaya tidak benar. Sebagai Walikota, Risma telah berlaku adil terhadap para pendatang terutama bagi warga Papua dengan mengangkat mereka menjadi staf maupun pejabat di pemerintahan daerah.


“Ya saya kira sekali lagi yang kalau disampaikan bahwa anak-anak Papua diusir di Surabaya itu tidak betul. Kabag Humas saya ini dari Papua, jadi itu dari Papua, dan beberapa camat dan pejabat saya juga dari Papua jadi tu tidak betul,” ungkap Risma di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (19/8).

Kedekatan Risma dengan Papua juga tercermin dengan diangkatnya Walikota Surabaya itu menjadi warga kehormatan di Papua. Sehingga menurutnya, warga Surabaya tidak akan melakukan penghinaan dan pengusiran terhadap mahasiswa Papua.

“Saya juga diangkat warga Papua menjadi Mama Papua jadi karena itu sekali lagi saya berharap saudara-saudara saya, keluarga-keluarga saya, mama papa saya para pendeta di Papua. Sekali lagi, tidak ada kejadian apapun di Surabaya,” tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya