Berita

Donald Trump masih cukup pede soal kondisi ekonomi AS/Net

Dunia

Ekonomi AS Terancam Goyah, Trump Masih Ogah Nego Dengan China

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pejabat Gedung Putih membantah bahwa pertumbuhan ekonomi AS kemungkinan akan goyah. Kemungkinan tersebut muncul sebagai resiko resesi dan perang dagang dengan China.

Meski demikian, Trump terlihat belum siap untuk mendapatkan kesepakatan dagang dengan China. "Kami melakukannya dengan sangat baik, konsumen kami kaya. Saya memberikan potongan pajak yang luar biasa," ujar Trump, Minggu (18/8) seperti dilansir oleh Reuters.

Meski terlihat optimistis, namun menurut pejabat Gedung Putih, Trump akan sulit mencapai kesepakatan dagang dengan China. Gedung Putih mengisyaratkan bahwa China harus terlebih dahulu  menyelesaikan unjuk rasa Hong Kong sebelum mencapai kesepakatan dengan AS.


Hal tersebut pun diperkuat oleh argumen Trump yang mengatakan bahwa dirinya ingin melihat penyelesaian Hong Kong bekerja dengan sangat kemanusiaan. "Saya pikir itu akan sangat baik untuk kesepakatan dagang," tambah Trump.

Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa para deputi perdagangan dari kedua negara akan melakukan pembicaraan dan sepuluh hari ini. Jika pertemuan antar perwakilan tersebut berjalan lancar, AS akan mengundang China untuk berkunjung dan memajukan perundingan-perundingan demi mengakhiri pertempuran dagang kedua negara.

Diketahui, akibat dari perang dagang AS dan China, pertumbuhan ekonomi AS cukup tertekan dan muncul resiko alami resesi. Meski demikian Kudlow menyanggah ancaman resesi dan menyatakan bahwa semuanya berjalan lancar.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya