Berita

Rombongan Pangdam XVII Cendrawasih dihadang massa/ Istimewa

Pertahanan

Kericuhan Di Kota Manokwari, Rombongan Pangdam Cendrawasih Dihadang Massa

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 10:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Penangkapan sejumlah mahasiwa di Surabaya berbuntut panjang. Terjadi kericuhan di Kota Manokwari, Mereka melakukan aksi bakar ban di tengah jalan dan merusak pertokoan. Ribuan massa melakukan aksi longmarch di sepanjang jalan kota.

Dari informasi video yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rombongan Pangdam XVII Cendrawasih yang akan menuju ke pusat kota Manokwari di hadang massa. Rombongan Pangdam dan aparat kepolisian kesulitan menembus gelombang massa yang berkumpul di jalanan Kota Manokwari.

Tak hanya berusaha menghadang, mereka juga melontarkan kalimat-kalimat kekecewaan terkait sikap masyarakat non Papua yang menghujat warga Papua dengan kalimat bernuansa rasis.


Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjend Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini pihak TNI dan Polri sedang berupaya melakukan negosiasi dengan pemimpin massa. Dedi mengklaim, sejauh ini kondisi di Manokwari masih bisa dikendalikan.

"Aksi spontanitas masyarakat dan elemen mahasiswa. Aparat Polri bersama TNI terus melakukan komunikasi. Sejauh ini kondisi keamana masih bisa dikendalikan," kata Dedi, (Senin (19/8).

Sebelumnya, Personel Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan berbagai atribut bercorak separatisme, puluhan senjata tajam (sajam) dan bom molotov di Asrama Mahasiswa Papua yang berada di Jalan Kalasan, Surabaya. Polrestabes Surabaya juga mengamankan 42 mahasiswa yang ada di asrama Papua tersebut.

Penangkapan dipicu oleh aksi pengrusakan tiang bendera merah putih yang diduga dilakukan oleh oknum mahasiswa Papua. Akibatnya, sekolompok masyarakat menggeruduk Asrama Mahasiwa Papua, di Jalan Kalasan, Surabaya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya