Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

Politik

Semua Setuju Ekstremisme Tidak Punya Tempat, Tapi Jangan Produksi “Hantu-Hantu”

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 01:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Intoleransi dan radikalisme masih saja memenuhi ruang diskusi publik tanah air. Teranyar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut ada penganut paham radikal akan masuk ke Indonesia.

Disebutkan Mahfud bahwa mereka akan datang dengan membawa dana besar untuk mendirikan pesantren beraliran radikal.

Sontak pernyataan Mahfud ini ditanggapi serius oleh berbagai pihak. Salah satunya oleh Jurubicara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.


Dia mendesak kepada Mahfud MD untuk membuka informasi yang didapat secara terang benderang agar bisa ditindaklanjuti. Jika tidak, maka pernyataan itu justru akan menebarkan kecurigaan dan fitnah di kalangan anak negeri.

Buntutnya, isu radikalisme dan toleransi terus menjadi komiditi rente.

“Saran saya kepada Prof Mahfud yang saya hormati, buka saja siapa dan dimana orang-orang dari Arab Saudi yang mendanai penyebaran ajaran radikal,” tanyanya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (18/8).

Menurutnya, jika bangsa ini terus disibukkan dengan isu radikalisme dan anti toleransi yang sengaja diproduksi sekadar untuk berburu rente, maka anak-anak negeri sulit untuk bisa bersatu dan berkarya mengisi pembangunan.

“Anak-anak negeri lain sudah berpikir meninggikan ilmu pengetahuan, sedang kita berputar-putar pada hantu radikalisme,” tegasnya.

Mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu berpandangan bahwa perdebatan mengenai ekstremisme harus segera diakhiri. Sebab, semua anak bangsa dengan tegas menyatakan tidak ada tempat bagi ekstremisme dan upaya merongrong Pancasila dan NKRI di Indonesia.

”Tapi jangan produksi "hantu-hantu" untuk sekadar deklarasi dan narasi. Ayo bebarengan kita bekerja untuk kemajuan NKRI,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya