Berita

Bendera GMNI/Net

Politik

Polisi Terbakar Di Cianjur, GMNI Bakal Beri Sanksi Organisasi Jika Kader Terlibat

SABTU, 17 AGUSTUS 2019 | 04:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak hanya masyarakat dan polisi yang merasa prihatin atas insiden pelemparan bensin yang membuat empat aparat kepolisian terbakar di Cianjur, tapi juga dari kalangan mahasiswa.

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP-GMNI) turut menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi saat petugas sedang mengawal aksi mahasiswa tersebut.

Ketua DPP GMNI, Andi Junianto mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan dan menyayangkan aksi mahasiswa dengan taktik membakar ban bekas, yang berujung memakan korban dari aparat kepolisian. Terkait hal itu, DPP GMNI memastikan bahwa kader-kadernya tidak pernah melakukan aksi anarkis.


"Sebagai organisasi kader, di GMNI tidak pernah diajarkan untuk melaksanakan aksi yang anarkis. Aksi-aksi GMNI selalu difokuskan pada gagasan komprehensif disertai manajemen aksi yang rapi, jauh dari anarkis," ujar Andi.

Dalam kasus ini, mahasiswa dari Universitas Surya Kencana telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Cianjur. Belakangan diketahui bahwa mahasiswa berinisial RS (19) itu merupakan kader GMNI.

Terkait hal itu, DPP GMNI, kata Andi, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, aparat kepolisian yang menjadi korban dan keluarganya atas tindakan oknum mahasiswa tersebut.

DPP GMNI menghormati segala proses hukum yang terjadi pada oknum mahasiswa yang diduga kader GMNI tersebut.

"Kami akan mengambil langkah tegas secara organisasi kepada yang bersangkutan bila terbukti oknum tersebut adalah kader GMNI," kata Andi.

Sementara, Ketua DPP GMNI yang lainnya, Imanuel Cahyadi menyatakan bahwa GMNI sejauh ini kerap melakukan kerjasama dengan aparat kepolisian menyoal ideologi bangsa dan keamanan negara. Karenanya, GMNI sangat mendukung proses hukum yang berlaku.

"Jadi, kami berharap agar saudara korban dapat segera pulih supaya dapat mengemban tugas mulianya. Kemudian, kami sangat mendukung proses hukum yang ada," kata Imanuel.

Adapun, kata Imanuel, terkait sikap resmi DPP GMNI kedepannya jika benar oknum mahasiswa berinisial RS terbukti bahwa dia merupakan kader GMNI, akan dirumuskan oleh semua pengurus DPP GMNI.

"Ya kita harus rapikan barisan dan konsolidasi lagi agar gerakan-gerakan yang dibuat mahasiswa kedepan tidak terulang lagi" demikian Imanuel.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya