Berita

Panglima TNI dan Enzo Zenz Allie/Net

Pertahanan

Jangan Ambil Risiko Soal Kasus Catar Enzo

SABTU, 10 AGUSTUS 2019 | 13:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ekspos berlebihan terkait Calon Taruna Akademi Militer (Catar Akmil) Enzo Zenz Allie dinilai sengaja dikonstruksikan sebagai sesuatu hal yang sensational untuk mengangkat citra TNI. Namun, ekspos berlebihan ini justru sebaliknya menjadi bahan cibiran di kalangan nitizen.

Mabes TNI dengan aktor utama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Enzo sebagai catar keturunan Perancis dalam kegiatan wawancara pada proses seleksi Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir) Calon Taruna 2019, di Magelang, Jumat (2/8), adalah suatu pelanggaran yang sangat mendasar. Seleksi di Pantukhir adalah forum yang tertutup tetapi justru diekspos oleh Puspen TNI sebagai sesuatu yang sensational.

Selain itu, yang tidak kalah heboh adalah, ada isu yang beredar bahwa sosok Enzo terafiliasi dengan ideologi radikal. Kabar ini mencuat setelah Enzo kedapatan menggunakan foto dengan latar bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebar luas di media sosial.


Merespon hal tersebut, Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, mengatakan, bahwa sebaiknya proses seleksi dan penerimaan calon taruna  dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

"Kita normatif saja sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang digelar untuk setiap penerimaan calon taruna akmil. Karena di situ sebetulnya, sudah terkandung tujuan-tujuan dan hal-hal yang perlu untuk diteliti, sesuai dengan persyaratan penerimaan seorang taruna TNI. Itu saja diikuti, jangan sampai dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak ada di situ, itu namanya tidak sah," kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/8).

"Soal foto Enzo yang membawa bendera HTI, apapun itu mau ditafsirkan sebagai apa itu bendera, menurut saya itu harus menjadi bahan penelitian badan intelejen. Kalau memang betul foto itu benar adanya dan benar bendera itu bendera HTI yang jelas-jelas merupakan ormas terlarang, maka itu jelas pelanggaran, jangan ambil resiko," papar mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu menambahkan.

Karena itu, Agus meminta badan intelijen segera melakukan penyelidikan dan penelitian terkait isu radikalisme tersebut. Apakah betul yang bersangkutan memiliki hubungan formal, struktural, fungsional atau emosional dengan HTI.

"Jadi, sebaiknya, kita jangan ambil resiko, bahwa seseorang calon taruna yang sudah terpapar organisasi terlarang itu bisa diterima menjadi calon taruna TNI," ujar Agus.

Agus membenarkan pendapat dan reaksi Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu yang terkesan kaget mendengar isu sosok Enzo tidak nasionalis karena terindikasi ormas terlarang.

"Saya tidak tahu istilah yang tepat untuk digunakan, tapi saya membenarkan dan paham kenapa Menhan itu kaget. Seseorang dengan ciri-ciri dan tanda-tanda seperti itu sampai bisa masuk tahapan penerimaan calon taruna TNI, itu juga perlu dipertanyakan," ucapnya.

Ditambah lagi, kalangan nitizen juga menyoroti penutupan akun FB Enzo yang dilakukan beberapa hari yang lalu. Warganet menduga adanya upaya TNI agar akun FB tersebut ditutup sehingga rekam jejak catar Enzo tidak terekspos publik.

Di sisi lain, penggunaan bahasa Perancis yang diucapkan oleh Panglima TNI pada dialog di Pantokhir 2019, banyak mendapat kritikan dari nitizen, dimana  Panglima TNI tidak etis menggunakan bahasa Perancis dalam wawancara. Dalam hal ini, terkesan Panglima TNI sengaja ingin menunjukkan bahwa dirinya fasih dalam berbahasa Perancis. Padahal kemampuan bahasa Perancis bukan persyaratan kemampuan seorang catar.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya