Berita

Dialog publik bertajuk "Dampak Operasional dan Kepemilikan Saham E-Commerce terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional"/RMOL

Bisnis

Didik J. Rachbini: Menjamurnya Unicorn Ancaman Bagi Ketahanan Nasional

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 16:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para pelaku usaha yang memanfaatkan perkembangan teknologi berbasis digital atau sering disebut bisnis online (e-commers) terus mengalami peningkatan yang signifikan. Di balik prospek perkembangannya yang luar biasa itu, ternyata masih ditemukan sejumlah dampak yang berpotensi mengancam pasar dalam negeri.

Terkait hal itu, tidak heran apabila menjamurnya e-commers di Indonesia yang hampir sebagian besar kepemilikan sahamnya didominasi oleh pihak asing.

Begitu kata Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik J. Rachbini dalam acara dialog publik bertajuk "Dampak Operasional dan Kepemilikan Saham E-Commerce terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional", di Gedung Menara Kadin Indonesia, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).


"Kesimpulannya, investasi itu pada dasarnya inflow memasukan modal, memperkuat rupiah, dan memperkuat ketahanan. Tapi sebaliknya, ada dampak keluar, itu harus dihitung," kata Didik.

Pakar ekonomi ini mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah e-commers yang menjamur di Indonesia, sebagian besar kepemilikan saham hingga produk-produk yang dipasarkan hasil impor. Hal itu, kata Didik, sedikit banyaknya dapat mengancam pasar dalam negeri.

"Jadi, yang sekarang ini investasinya itu mengekspolitasi pasar dalam negeri semua. Hampir 93 persen e-commers itu mengimpor semua," ungkap Didik.

Atas dasar itu, profesor jebolan Central Luzon State University Filipina itu meminta Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) Kadin Indonesia agar mengkaji secara lebih serius menyikapi dampak dari e-commers yang mengancam ketahanan nasional. Semestinya kehadiran e-commers atau unicorn dapat menjaga stabilitas pasar dalam negeri.

"Ini perlu ditata dan diatur strateginya (oleh LSKE). Harusnya dibalik, jadi ekspor gitu ya (bukan impor)," pungkas Didik.

Hadir sejumlah nasumber dalam acara tersebut diantaranya; Ketua Lembaga Inovasi Teknologi Start Up Kadin Indonesia, Patrick Walujo; Ketua Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) Kadin Indonesia, Bayu Prawira; Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA), Ignatius Untung S; Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal (PIPM) BKPM, Farah R Indriani; serta dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan para pelaku usaha start up.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya